Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di Italia, Lombardy Masih Wilayah Paling Parah

Italia masih harus memusatkan perhatian ke wilayah Lombardy yang terus mencatatkan angka kematian terbanyak di seantero negara tersebut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  12:10 WIB
Warga menyerahkan dokumen sertifikasi dan identifikasi kepada seorang anggota militer di Stasiun Pusat di Milan, Italia, Kamis (12/3/2020). Italia menghentikan kehidupan normal dan hanya memberikan akses terhadap layanan-layanan penting untuk membendung penyebaran virus corona yang mematikan. Bloomberg - Alberto Bernasconi
Warga menyerahkan dokumen sertifikasi dan identifikasi kepada seorang anggota militer di Stasiun Pusat di Milan, Italia, Kamis (12/3/2020). Italia menghentikan kehidupan normal dan hanya memberikan akses terhadap layanan-layanan penting untuk membendung penyebaran virus corona yang mematikan. Bloomberg - Alberto Bernasconi

Bisnis.com, JAKARTA – Italia masih harus memusatkan perhatian ke wilayah Lombardy yang terus mencatatkan angka kematian terbanyak di seantero negara tersebut akibat pandemi virus corona jenis Covid-19.

Otoritas kesehatan Italia menyebutkan terdapat 369 kematian akibat pandemi virus corona baru Covid-19 di negara itu hanya selama 24 jam terakhir hingga Rabu (6/5/2020) tengah malam WIB.

Respons pandemi sekarang masuk dalam Fase Dua, karena sebenarnya kurva telah rata selama beberapa pekan terakhir.

Jumlah kematian sepanjang Rabu melonjak hingga 369, sehingga total menjadi 29.684, tetapi ini juga disebabkan oleh jumlah pencatatan orang-orang yang lebih tua yang belum terdaftar sebagai kasus Covid-19, sebanyak 222 di antaranya di Lombardy.

Namun, jumlah kasus positif aktif turun 6.939, sebagian besar berkat 8.014 dinyatakan pulih sepenuhnya. Itu adalah rekor sejauh ini bagi Italia, karena perhitungan harian sebelumnya hanya 4.693.

Dengan demikian, jumlah total di negara itu yang sempat berstatus positif virus corona tetapi kemudian dinyatakan sembuh mencapai 93.245 orang.

Sebanyak 94 pasien lainnya meninggalkan perawatan intensif pada Rabu, mencatatkan jumlah keseluruhan 1.333 telah meninggalkan ruang perawatan intensif di seluruh wilayah Italia.

Dari 64.263 tes yang dilakukan sejak kemarin, hanya 1.444 adalah kasus positif baru, dengan 52 persen dari mereka yang datang dari wilayah Lombardy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia Virus Corona

Sumber : Football Italia

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top