Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PHK 2.500 Pekerja Pabrik Sepatu Adidas Dilakukan Bertahap

Pengumuman resmi mengenai rencana PHK kepada 2.500 karyawan di pabrik sepatu Adidas di Tangerang sudah disampaikan pada pekan lalu. 
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  16:23 WIB
/en.wikipedia.org
/en.wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA – Proses pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.500 karyawan PT Shyang Yao Fung selaku produsen sepatu Adidas rencana akan dilakukan secara bertahap di bulan ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko. Dia menuturkan, PHK kepada 2.500 karyawan pabrik sepatu Adidas ini dilakukan karena dua alasan. 

Pertama, ialah karena PT Shyang Yao Fung telah memiliki fasilitas produksi di Brebes, Jawa Tengah. Sehingga perusahaan memutuskan untuk menutup pabrik du Tangerang, Banten dan melakukan PHK terhadap 2.500 karyawan di pabrik tersebut. 

Alasan yang kedua ialah karena dampak dari pandemi virus Corona yang mempengaruhi bisnis perusahaan. 

Dia mengatakan pengumuman resmi mengenai rencana PHK kepada 2.500 karyawan di pabrik yang berlokasi di Tangerang itu sebenarnya sudah disampaikan pada pekan lalu. 

“Setelah ada pengumuman resmi, pada 5 Mei nanti ada sekitar 1.000 orang dulu yang di-PHK. Kemudian, di atas tanggal 15 Mei menyusul 1.500 orang lagi,” ujar Eddy kepada Bisnis, Minggu (3/5/2020). 

Lebih lanjut, Eddy mengatakan meski dihadapkan pada kondisi yang sedang sulit, tetapi PT Shyang Yao Fung tetap berkomitmen untuk memenuhi seluruh hak-hak karyawan yang kena PHK.

"Sudah dipastikan hak-hak para karyawan [yang kena PHK] akan dipenuhi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona phk aprisindo
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top