Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Lakukan Lockdwon, Swedia Cetak Rekor Kematian Akibat Corona

Bahkan, seorang profesor mengatakan pemerintah Swedia bodoh tak melakukan lockdown di tengah wabah Corona. Jumlah kematian di Swedia sangat tinggi dibanding negara tetangga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2020  |  20:17 WIB
Ilustrasi - Salah satu masjid di sudut kota Stockholm, Swedia. - Bisnis/wikipedia
Ilustrasi - Salah satu masjid di sudut kota Stockholm, Swedia. - Bisnis/wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Swedia mencatat pekan paling mematikan di abad ke-21 yang diakibatkan virus Corona (Covid-19) setelah secara kontroversial menolak tindakan lockdown. Menurut laporan, setidaknya 2.505 warga Swedia tewas selama 6-12 April, artinya 358 kematian per hari.

Peneliti dari badan statistik Statistics Sweden, Tomas Johansson, mengatakan data tersebut adalah data statistik awal. “Penting dilaporkan bahwa selain data statistik awal, jumlah kematian, terutama minggu-minggu terakhir, akan disesuaikan,” ujar dia, seperti dikutip laman New York Post, Selasa (28/4/2020).

Lonjakan kematian baru-baru ini terjadi ketika negara itu menolak untuk menerapkan langkah-langkah isolasi untuk menghentikan penyebaran virus. Pemerintah Negara Viking itu lebih memilih meminta warga melakukan pembatasan sosial (social distancing) dibandingkan kebijakan lockdown.

"Pihak berwenang dan pemerintah bodoh tidak percaya bahwa epidemi akan mencapai Swedia," kata Bo Lundback, profesor epidemiologi di University of Gothenburg.

Berdasarkan peta sebaran kasus virus Corona, Swedia telah mencatat lebih dari 20.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pada Rabu malam, yang mengakibatkan 2.462 kematian.

Sebagai perbandingan, tetangganya yang merupakan negara Nordik seperti Denmark, Norwegia dan Finlandia masing-masing hanya mencatat 443, 207 dan 206 kematian, pada Rabu malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swedia Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top