Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tenaga Medis Rentan Mengalami Psikosomatik Akibat Virus Corona

Psikosomatik adalah kondisi gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh. Dan, para tenaga medis yang saban hari menghadapi virus Corona rentang terkena itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2020  |  20:06 WIB
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam Rudi Putranto mengatakan para tenaga medis yang sedang menangani pasien virus Corona (Covid-19) juga berpotensi mengalami psikosomatik atau kondisi gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh.

"Para pekerja medis, hal ini bisa terjadi. Apalagi kalau beban kerjanya tinggi. Sehingga perlu kerja sama yang baik dengan manajemen rumah sakit guna menghindarinya," kata dia melalui konferensi video yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Ia mengatakan, hal tersebut perlu diperhatikan sebab bisa memengaruhi pengelolaan tenaga medis kepada pasien. Apalagi dokter, perawat dan sebagainya selalu menggunakan baju hazmat saat bekerja sehingga komunikasi tidak bisa begitu baik dengan pasien.

Kondisi psikosomatik dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya beredarnya berbagai informasi tidak pasti terkait virus Corona hingga cemas berlebihan dari pasien hingga memengaruhi psikis.

Sebagai contoh, setiap hari masyarakat disajikan dengan berbagai data tentang perkembangan virus Corona mulai dari pasien positif, meninggal hingga adanya pasien yang kabur dari rumah sakit. "Hal ini akan memengaruhi, bukan hanya masyarakat tapi juga tenaga medis," katanya.

Berdasarkan hasil survei di China dengan melibatkan 52.730 ribu responden di 36 provinsi menujukkan bahwa 35 persen masyarakat mengalami stres psikologis termasuk depresi. Dari jumlah itu kaum perempuan lebih banyak mengalaminya dibandingkan laki-laki.

Kemudian terkait rentang umur yang terdampak kondisi ini didominasi oleh usia 18 hingga 30 tahun atau generasi milenial yang aktif serta usia di atas 60 tahun atau lanjut usia.

Tidak hanya di China, kata Rudi, kondisi hampir sama juga terjadi pada salah seorang pasien perempuan usia 27 di sebuah rumah sakit Tanah Air yang mengalami demam, batuk dan sesak napas.

Selama dirawat, pasien itu sering menangis karena teringat anaknya yang masih kecil. "Pasien dirawat karena PDP. Ternyata pasien juga ada penyakit lain sehingga memperberat gangguan psikis pasien," katanya.

Oleh sebab itu, perlu diingat psikosomatik tidak hanya terjadi pada pasien namun juga dapat dialami oleh tenaga medis. Sebagai contoh kasus bunuh diri di Amerika Serikat.

Secara umum terdapat beberapa penyebab stres pada tenaga kesehatan di antaranya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), risiko tertular, masalah klinis kompleks, masalah pribadi serta stigma.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga medis Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top