Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laboratorium Wuhan Bantah Tempat itu Sumber Kemunculan Corona

Tuduhan yang mengatakan bahwa laboratorium di Wuhan sebagai pusat kemunculan Corona adalah hal yang keji. Virus Corona yang kini menjadi pandemi, merupakan hasil dari proses evolusi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 April 2020  |  20:38 WIB
Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters
Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Klaim bahwa virus Corona baru bersumber dari Laboratorium Keamanan Hayati Nasional China di Institut Virologi Wuhan (Wuhan Institute of Virology/WIV) tidak berdasar dan bertentangan dengan semua bukti yang ada, kata Yuan Zhiming, direktur laboratorium tersebut dalam sebuah wawancara tertulis dengan kantor berita Reuters.

Yuan mengatakan, klaim "jahat" tentang laboratorium yang dipimpinnya itu "tidak berdasar" dan bertentangan dengan semua bukti yang ada.

"WIV tidak memiliki niat dan kemampuan untuk merancang atau menciptakan virus Corona baru," ucapnya. Dia pun menambahkan, "tidak ada informasi dalam genom SARS-CoV-2 yang mengindikasikan bahwa virus itu buatan manusia."

Beberapa teori konspirasi dipicu oleh sebuah makalah ilmiah yang banyak dibaca dari Institut Teknologi India sebelum akhirnya ditarik kembali. Makalah tersebut mengklaim bahwa protein dalam virus Corona baru memiliki "kesamaan luar biasa" dengan virus HIV, papar artikel itu.

Sebagian besar ilmuwan kini mengatakan bahwa virus Corona bersumber dari satwa liar, dengan kelelawar dan trenggiling diidentifikasi yang paling mungkin menjadi spesies inang. Konsensus ilmiah saat ini pun mengatakan bahwa virus Corona baru berevolusi secara alami.

"Lebih dari 70 persen penyakit menular yang muncul berasal dari hewan, terutama hewan liar," kata Yuan kepada Reuters.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa semua dari tujuh virus Corona yang diketahui dapat menular ke manusia bersumber dari kelelawar, tikus, atau hewan peliharaan.

Yuan juga membantah teori bahwa laboratoriumnya secara tidak sengaja telah menyebarkan virus Corona yang telah dipanen dari kelelawar untuk tujuan penelitian, seraya menambahkan bahwa prosedur biosekuriti lab telah dilaksanakan secara ketat.

"Laboratorium keamanan hayati tingkat tinggi memiliki fasilitas perlindungan canggih dan langkah-langkah ketat untuk memastikan keselamatan staf laboratorium dan melindungi lingkungan dari kontaminasi," tutur Yuan.

Dia juga menambahkan bahwa lembaganya telah berkomitmen penuh pada transparansi dan siap membagikan semua data yang ada terkait virus Corona secara tepat waktu. Adapun asal-usul pasti dari virus tersebut, menurut Yuan, masih belumdiketahui.

Dia mengutip sebuah makalah yang ditulis ilmuwan Inggris dan Jerman yang diterbitkan belum lama ini bahwa varian SARS-CoV-2 yang beredar di Amerika Serikat adalah versi yang lebih "primitif" dari virus Corona yang merebak di China, dan kemungkinan muncul pertama kali di sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Wuhan covid-19

Sumber : Xinhua/Antara

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top