Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Korban Corona Dekati Perang Vietnam, Layakkah Trump Dipilih Kembali?

Hanya dalam waktu enam minggu, korban meninggal warga AS akibat Corona mendekati Perang Vietnam. Trump mengatakan: kami melakukan pekerjaan luar biasa.
Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa - Bisnis.com 28 April 2020  |  14:49 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg - EPA/Jim Lo Scalzo
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg - EPA/Jim Lo Scalzo

Bisnis.com, JAKARTA - Perhatikan data berikut. Dalam Perang Vietnam sekitar 1957 hingga 1975, kematian pihak Amerika Serikat mencapai 47.434. Jumlah itu yang meninggal di medan perang. Sedangkan total keseluruhan, mencapai 58.220, merujuk pada data yang dikeluarkan CNN.

Lantas, sekarang, mari kita bandingkan dengan korban meninggal warga Paman Sam atas wabah Corona, yang--katakanlah dengan angka waktu paling moderat--empat bulan.

Berdasarkan data yang dirilis Johns Hopkins University of Medicine per Selasa (28/4/2020), korban meninggal di AS mencapai 56.253 orang. Angka ini masih mungkin bertambah di waktu yang akan datang, mengingat masa puncak pandemi virus Corona belum terjadi di AS.

Artinya, hanya dalam waktu 4 bulan, jumlah korban warga AS akibat virus Corona, hampir melebihi jumlah korban perang Vietnam kontra AS yang terjadi hampir dua dekade.

Dengan fakta tersebut, tak heran jika sejumlah orang mempertanyakan kelayakan Donald Trump sebagai kandidat Presiden AS dari Partai Republik pada Pilpres 3 November mendatang.

Salah satunya adalah salah seorang wartawan yang menanyakan hal tersebut kala Trump mengadakan konferensi pers di pada Senin (27/4/2020) kemarin waktu AS.

Kira-kira, pertanyaannya demikian: "Jika seorang presiden yang kehilangan lebih banyak orang Amerika selama enam minggu daripada meninggal selama dua dekade perang Vietnam pantas untuk dipilih kembali?" ucap wartawan itu seperti dikutip dari BBC.

Trump menjawab pertanyaan tersebut dengan santai. "Pemerintah AS telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Trump.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona Donald Trump
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top