Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dikaitkan dengan Virus Corona, Penyakit Langka Serang Anak-Anak di Inggris

Para dokter di Inggris dikejutkan oleh reaksi langka tetapi berbahaya pada anak-anak yang mungkin terkait dengan infeksi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 April 2020  |  10:23 WIB
Warga melewati Menara Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson
Warga melewati Menara Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA – Para dokter di Inggris dikejutkan oleh reaksi langka tetapi berbahaya pada anak-anak yang mungkin terkait dengan infeksi virus Corona (Covid-19).

Unit-unit perawatan intensif di London dan belahan lain di Inggris dalam beberapa waktu terakhir telah merawat anak-anak yang sakit parah dengan gejala tak lazim seperti "peradangan multisistem" disertai tanda-tanda flu. Sebagian di antara anak-anak ini dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Tidak jelas berapa banyak anak yang mengalami reaksi macam ini, meskipun jumlahnya relatif rendah. Direktur medis NHS England Stephen Powis mengatakan telah mengetahui laporan adanya penyakit langka yang parah pada anak-anak dan memperingatkan para dokternya untuk memperhatikan kasus ini.

“Hanya dalam beberapa hari terakhir kami telah melihat laporan itu. Kami telah meminta para ahli kami untuk memperlakukan kasus ini sebagai masalah yang mendesak,” tutur Powis, seperti dilansir dari BBC.

Menurut NHS England, ada kekhawatiran bahwa sindrom peradangan terkait virus Corona muncul pada anak-anak di Inggris atau mungkin ada infeksi lain yang belum diketahui terkait dengan kasus-kasus ini.

Pasien dari berbagai usia muda ini mengalami ciri-ciri klinis serupa dengan toxic shock syndrome yakni kondisi langka berupa keracunan darah yang berbahaya akibat racun bakteri. Di antara ciri yang dialami adalah suhu badan yang tinggi, tekanan darah rendah, ruam, dan kesulitan bernapas.

Sebagian pasien juga memiliki gejala gastrointestinal seperti sakit perut, muntah atau diare, serta radang jantung dan hasil tes darah abnormal.

Para ahli mengatakan tanda-tanda tersebut dapat terlihat ketika tubuh menjadi kewalahan saat mencoba melawan suatu infeksi. Oleh karenanya, kasus-kasus ini perlu segera menerima penanganan.

Di sisi lain, para ahli menekankan bahwa jumlah anak yang sakit parah karena virus Corona sangat sedikit. Bukti dari banyak negara menunjukkan bahwa anak-anak adalah populasi yang paling sedikit terdampak oleh penyakit ini.

Dr Nazima Pathan, seorang konsultan di Pediatric Intensive Care di Cambridge, mengatakan rekan-rekannya di Spanyol dan Italia melaporkan hal serupa. Beberapa anak telah mengalami penyakit sejenis syok septik, peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi, dan ruam.

“Secara keseluruhan, anak-anak tampaknya lebih tahan terhadap infeksi paru-paru serius setelah terpapar virus Corona, dan jumlah yang dirawat di unit perawatan intensif relatif rendah,” terang Pathan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top