Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Morgan Stanley: Pelonggaran Sosial Distancing di Asia Harus Bertahap

Hal itu sebagai dampak pembatasan pergerakan manusia dan barang untuk membendung penyebaran virus corona.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 April 2020  |  14:46 WIB
Penumpang berada di dalam kereta MRT di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Penumpang berada di dalam kereta MRT di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Riset terbaru Morgan Stanley menyatakan momentum pemulihan ekonomi menuju kuartal kedua 2020 melemah dari Maret pada sebagian besar negara Asia, kecuali Jepang.

Hal itu sebagai dampak pembatasan pergerakan manusia dan barang untuk membendung penyebaran virus Corona. Kelanjutan dari soft social distancing yang membuat kegiatan ekonomi dapat berlangsung tanpa risiko penyebaran Covid-19, kemungkinan akan membatasi pemulihan pada semester kedua tahun ini.

Morgan Stanley menyatakan soft social distancing kemungkinan akan menjadi kondisi normal yang baru hingga vaksin Covid-19 ditemukan. Menurut riset ini, pembukaan ekonomi tidak bisa dilakukan secara serempak di semua industri, melainkan bertahap.

Tindakan lockdown sudah pasti merupakan beban untuk pertumbuhan jangka pendek. Bagi negara yang melakukan lockdown, pembukaan kembali secara bertahap aktivitas ekonomi pada sektor-sektor tertentu, dengan aturan pedoman kesehatan masyarakat yang ketat dapat menjadi langkah berikutnya sebelum beralih ke soft social distancing untuk menyeimbangkan kegiatan ekonomi tanpa risiko penyebaran virus Corona.

"Dengan rasionalisasi seperti ini, soft social distancing tidak mungkin akan di hapus total bagi perekonomian yang telah melewati masa Covid-19 terburuk sekalipun," ujar para peneliti Morgan Stanley dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2020).

Adapun tindakan lockdown akan memberikan hambatan paling signifikan di kuartal pertama bagi China. Sedangkan untuk negara Asia lainnya kecuali Jepang, dampaknya akan terasa pada kuartal kedua 2020.

"Kelanjutan dari soft social distancing yang stabil hingga vaksin ditemukan kemungkinan akan membatasi laju pemulihan pada semester kedua 2020," lanjutnya.

Data menunjukkkan, penggunaan kendaraan umum di ibu kota 10 negara Asia berkurang drastis selama masa pembatasan ini. Di Jakarta, angka pengurangannya mencapai 89,6 persen, sedangkan di Kuala Lumpur, Malaysia 94,0 persen. Selain itu, penggunaan kendaraan umum di Singapura juga berkurang 74,6 persen, di Bangkok berkurang 78,5 persen, Taipei 50,9 persen, Seoul 50,0 persen dan Hong Kong 39,0 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi Virus Corona social distancing
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top