Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Luncurkan Aplikasi COVIDSafe, Ini Fungsinya

Pemerintah Australia meluncurkan aplikasi untuk membantu melacak orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19)
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  09:49 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Australia meluncurkan aplikasi untuk membantu melacak orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19), seiring dengan dimulainya langkah negara-negara bagian melonggarkan pembatasan mobilitas warga.

Aplikasi bernama COVIDSafe tersebut merekam jabat tangan digital antar ponsel melalui Bluetooth. Jika seseorang tertular virus, otoritas kesehatan akan dapat melacak siapa yang berada dalam jarak 1,5 meter dari orang itu selama 15 menit atau lebih.

“Lebih dari 1,1 juta orang telah mendaftar sejak [aplikasi itu] diluncurkan pada hari Minggu (26/4/2020),” tutur pemerintah Australia, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pengujian dan pelacakan kontak merupakan prasyarat bagi Australia untuk secara lebih luas melonggarkan pembatasan jarak sosial (social distancing), setelah negara bagian Queensland dan Australia Barat mengumumkan pelonggaran pembatasan pada Minggu.

Di sisi lain, pemerintah perlu mengatasi kekhawatiran privasi guna meyakinkan masyarakat agar mengunduh aplikasi tersebut. Sedikitnya 40 persen dari 26 juta populasi di negara itu harus melakukannya agar upaya ini berhasil.

"Semakin banyak orang yang mengunduh aplikasi kesehatan masyarakat yang penting ini, semakin aman mereka dan keluarga mereka, semakin aman komunitas mereka dan semakin cepat kita dapat dengan aman mencabut pembatasan,” ujar Morrison pada Minggu.

Pihak otoritas telah menekankan bahwa data dari COVIDSafe hanya akan dipergunakan oleh pejabat-pejabat kesehatan dan tidak akan dapat diakses oleh polisi.

Dengan melambatnya laju angka kasus infeksi baru di Negeri Kanguru, Australia Barat pada Senin (27/4/2020) memperbolehkan berlangsungnya pertemuan di dalam dan luar ruangan dengan dihadiri sebanyak 10 orang, naik dari aturan dua orang yang diberlakukan pada 30 Maret.

Sementara itu, Queensland berencana mengurangi pembatasan mulai hari Sabtu (2/5/2020). Negara bagian ini akan memperbolehkan warganya untuk berkendara, berpiknik, mengunjungi taman nasional dan berbelanja barang-barang yang tidak penting, selama masih dalam jarak 50 kilometer dari rumah dan jarak sosial tetap terjaga.

Per pukul 6.00 pagi pada Senin (27/4), kasus terkonfirmasi Covid-19 di Australia mencapai total 6.713 orang atau bertambah 10 orang dari 24 jam sebelumnya.

Melambatnya laju peningkatan kasus telah membuat pihak berwenang lebih sulit meyakinkan warga Australia untuk tinggal di rumah. Kerumunan orang telah kembali ke pantai Sydney, sehingga memaksa otoritas setempat untuk membatasi akses ataupun benar-benar menutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top