Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puncak Pandemi Corona Diperkirakan Akhir Mei, 95.000 Pasien Terpapar

Itu merupakan proyeksi Badan Intelijen Negara yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 06 April 2020  |  13:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Menkeu mengatakan pemerintah akan mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi gara-gara wabah corona di China demi mengejar target asumsi dasar ekonomi makro di APBN 2020. FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Menkeu mengatakan pemerintah akan mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi gara-gara wabah corona di China demi mengejar target asumsi dasar ekonomi makro di APBN 2020. FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar

Bisinis.com, JAKARTA - Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia diperkirakan bakal mencapai puncaknya pada akhir Mei 2020.

Jumlah pasien yang terpapar wabah itu pun diprediksi mencapai 95.000 orang. 

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya di rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2020). Dia menjelaskan itu merupakan proyeksi Badan Intelijen Negara yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia.

"Menurut berbagai model yang dikembangkan baik BIN dan UI serta ITB diperkirakan akan terjadi puncak akhir Mei dengan jumlah terpapar ada 95.000 orang," jelasnya dalam rapat tersebut.

Untuk mengantisipasi itu, jelas dia, pemerintah perlu melaksanakan sejumlah langkah. Dia menjelaskan lonjakan jumlah pasien yang terpapar virus itu terjadi pada April dan Mei 2020.

Peningkatan jumlah itu bisa dipengaruhi, kendati sulit untuk dihllangkan sama sekali. Pemerintah, jelasnya, berupaya agar hal itu melambat atau melandai.

"Jumlah akan melonjak dan langkah strategis sangat urgen dibutuhkan untuk mencegah puncak penularan. Dalam literatur disebut kurvanya dibuat lebih landai, artinya meningkat pasti terjadi tetapi tidak eksponensial."

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga menyampaikan data perkembangan global virus corona. Menurutnya, saat ini Covid-19 tersebar di 207 negara dengan kasus baru per hari mencapai 100.000 orang.

Di indonesia, Sri Mulyani menjelaskan kasus penyebaran mulai terdeteksi awal maret atau pada 2 Maret 2020.  Meski virus corona sudah mulai merebak sejak Desember 2019 dan mulai diberitakan Januari, jelasnya, Indonesia termasuk negara yang baru mendapatkan kasus positif.

"Perkembangan dari penularan mengalami eskalasi eksponensial dan terkonsentrasi di Jakarta. Jakarta merupakan kawasan pusat Covid-19 atau zona merah," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top