Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral Singapura Keluarkan Kebijakan Keringanan Kredit

Perusahaan kecil dan menengah di Singapura dapat memilih untuk menunda pembayaran pokok pinjaman jangka panjang mereka yang dijamin sampai akhir tahun.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  19:35 WIB
Tampak depan Gedung Monetary Authority of Singapore -  Bloomberg/Ore Huiying
Tampak depan Gedung Monetary Authority of Singapore - Bloomberg/Ore Huiying

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengatakan pemberi pinjaman lokal akan menawarkan bantuan tambahan bagi debitur individu dan korporasi yang terpukul oleh perlambatan ekonomi yang tajam.

Keringanan ini termasuk pembekuan pembayaran hipotek dan pinjaman bisnis, serta pemotongan suku bunga kartu kredit. Bank sentral menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (31/3/2020), bahwa bank dan perusahaan jasa keuangan dapat menunda pembayaran pokok dan bunga untuk klien yang memenuhi syarat dengan hipotek perumahan sampai 31 Desember 2020.

"Perusahaan kecil dan menengah dapat memilih untuk menunda pembayaran pokok pinjaman jangka panjang mereka yang dijamin sampai akhir tahun," kata MAS seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (31/3/2020).

Bantuan pinjaman terbaru dari bank sentral menambah beberapa langkah fiskal dan moneter lainnya yang diberlakukan Singapura setelah pandemi virus corona memicu penurunan ekonomi terburuk dalam satu dekade terakhir, pada kuartal pertama tahun ini.

Lebih dari US$28 miliar dari fasilitas pinjaman eksisting untuk usaha kecil kemungkinan akan memenuhi syarat untuk menerima keringanan tersebut.

"Guncangan terhadap ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19) belum pernah terjadi sebelumnya. Kita harus mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi tidak hanya krisis kesehatan, tetapi apa yang telah berkembang menjadi krisis ekonomi global yang mendalam, " ujar Samuel Tsien, Ketua Asosiasi Bank di Singapura.

Sementara itu, Managing Director MAS Ravi Menon mengatakan dalam rilisnya bahwa perbankan Singapura memiliki penyangga modal yang dalam, likuiditas yang cukup dan leverage yang rendah.

Dengan ini, pemberi pinjaman berada di posisi yang baik, tidak hanya untuk mengatasi badai ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19, tetapi juga memberikan bantuan bagi individu dan UKM yang terkena dampak krisis.

DBS Group Holdings Ltd., Oversea-Chinese Banking Corp dan United Overseas Bank Ltd., tiga pemberi pinjaman terbesar di Singapura, telah mengambil langkah untuk membantu perusahaan kecil dan klien individu dengan berbagai langkah termasuk menunda pembayaran pokok dan bantuan likuiditas.

Kebijakan baru ini juga akan memungkinkan pemegang polis asuransi jiwa dan kesehatan untuk menunda pembayaran premi hingga enam bulan ke depan, sementara pelanggan dengan polis properti dan asuransi mobil dapat membuat rencana pembayaran angsuran.

"Menunda pembayaran meningkatkan kewajiban masa depan dan karenanya peminjam dan pemegang kebijakan harus mempertimbangkan pilihan mereka dengan hati-hati," kata MAS. "Lembaga keuangan akan memproses semua pengajuan secepatnya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top