Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Redam Dampak Corona, China Pangkas Suku Bunga & Suntik Likuiditas Bank

Langkah ini membawa Bank Sentral China lebih dekat sejalan dengan sikap negara lain, yang telah melonggarkan kebijakan secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  12:22 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral China memangkas suku bunga yang dibebankan pada pinjaman ke bank dengan jumlah terbesar sejak 2015, seiring dengan peningkatan kebijakan terhadap dampak ekonomi yang memburuk dari pandemi virus corona.

Sebagai informasi, Bank Rakyat China mengurangi suku bunga pada 7 hari perjanjian pembelian kembali menjadi 2,2 persen dari 2,4 persen. Bank sentral pun menyuntikkan 50 miliar yuan atau US$7,1 miliar ke dalam sistem perbankan.

Pemotongan pertama ke tingkat kebijakan People's Bank of China (PBOC) sejak Februari sejalan dengan janji dari kepemimpinan Partai Komunis, yang memperkuat dukungan kepada ekonomi melalui peningkatan penjualan utang negara karena permintaan domestik dan internasional merosot di tengah penyebaran virus corona.

Langkah ini membawa PBOC lebih dekat sejalan dengan sikap negara lain, yang telah melonggarkan kebijakan secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir.

Bank sentral China pun mengatakan hal ini akan menjaga likuiditas yang cukup untuk membantu perekonomian riil.

"Penurunan suku bunga yang lebih besar dari biasanya adalah ungkapan bahwa China bersedia bergabung dengan konsorsium terkoordinasi untuk stabilisasi ekonomi. Bisnis kecil dan menengah runtuh karena kurangnya arus kas," kata Raymond Yeung, Kepala Ekonom China di Australia & New Zealand Banking Group, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (30/3/2020).

Sementara itu, Ding Shuang, Kepala Ekonom China dan Asia Utara di Standard Chartered Bank Ltd. berpendapat kebijakan bank sentral untuk menyesuaikan harga likuiditas pasar ini juga menandakan penurunan lanjutan yang akan datang, dan berpotensi memotong sesuai dengan suku bunga deposito acuan.

Pengurangan suku bunga kebijakan akan tercermin dalam tolok ukur pasar utama dari biaya pinjaman kepada perusahaan, yaitu suku bunga dasar pinjaman.

"Menurunkan suku bunga pinjaman bank tanpa pengurangan biaya kewajiban mereka akan menekan margin bunga bersih bank, mengikis profitabilitas dan basis modal mereka. Pemotongan suku bunga deposito perlu dilakukan," katanya.

Dia melanjutkan, pemerintah China akan meningkatkan defisit fiskal sebagai bagian dari produk domestik bruto, menerbitkan utang negara khusus dan memungkinkan pemerintah daerah untuk menjual lebih banyak obligasi infrastruktur sebagai bagian dari paket untuk menstabilkan perekonomian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pboc Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top