Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Minta Perusahaan Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan APD

Hingga Mei mendatang, Indonesia setidaknya membutuhkan hingga 3 juta APD. Untuk itu, Jokowi meminta industri dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan itu. Bahkan, relaksasi impor bahan baku akan diberikan pemerintah.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas  COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan  pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mencatat ada 28 perusahaan yang berada di Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis yang tengah berperang melawan virus Corona (Covid-19). Saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 3 juta unit APD hingga akhir Mei.

Presiden mengatakan, berdasarkan laporan yang dia terima, stok APD semakin terbatas. Oleh karena itu, dia pun memberikan relaksasi impor bahan baku kepada 28 perusahaan tersebut agar dapat mempercepat produksi APD.

“Saya minta dilakukan percepatan pengadaan untuk APD dan saya juga minta agar digunakan produk dalam negeri,” kata Jokowi membuka rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 melalui video conference, Senin (30/3/2020).

Presiden mengatakan, bahwa pemerintah pusat telah mendistribusikan 165.000 APD ke setiap wilayah yang membutuhkan. “Saya minta ini betul-betul dipantau, segera dikirim transfer lagi ke rumah sakit yang ada di daerah sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” kata Jokowi.

Jokowi juga mencatat Indonesia memerlukan banyak alat kesehatan lainnnya, seperti ventilator atau alat bantu pernafasan. Dia pun meminta industri dalam negeri dapat melakukan percepatan pengembangan agar mampu memproduksi alat tersebut.

Selain itu, Presiden juga meminta ketersediaan alat rapid test atau tes cepat dan alat lain yang dibutuhkan untuk pengecekan terkait keberadaan virus Corona pada tubuh seseorang. “Pengadaan ini tolong diperhatikan,” katanya.

Adapun jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 130 orang menjadi 1.285 pasien hingga Minggu (29/3/2020). Sejauh ini pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 6.500 spesimen.

Kemudian kasus sembuh bertambah jadi 5 orang, menjadi 64 orang. Pasien meninggal menjadi 114 orang, atau tambah 12 orang pada periode yang sama.

“Oleh karena itu mari sadari betul masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi. Masih ada penularan karena kontak dekat. Masih ada yang belum rajin cuci tangan dengan sabun,” kata juru bicara penanganan Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto dalam video conference, Minggu (29/3/2020) sore.

Yuri mengatakan satu-satunya cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan mengikuti anjuran pemerintah.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak aman sosial, atau menjaga jarak sekitar 1 meter dengan orang lain apabila terpaksa keluar rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Muhammad Khadafi
Editor : Andya Dhyaksa
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper