Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesawat Ambulans Udara Lionair Filipina Terbakar di Manila

Pesawat Lion Air tersebut terbakar ketika lepas landas menuju Jepang.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  23:26 WIB
Pesawat ambulans udara milik maskapai charter Filipina, Lionair. - lionairinc.com
Pesawat ambulans udara milik maskapai charter Filipina, Lionair. - lionairinc.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sebuah pesawat yang digunakan dalam penanganan wabah virus corona di Filipina terbakar ketika lepas landas di Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Minggu (29/3/2020) malam.

Dilansir dari The New York Times, pesawat itu dijadwalkan berangkat dari Manila menuju Jepang. Tercatat seluruh penumpang, termasuk pilot, dua kru pesawat, seorang dokter, seorang perawat, seorang tenaga medis untuk di pesawat, seorang warga AS, serta seorang warga Kanada, tewas.

Pesawat tersebut dikelola oleh perusahaan charter pesawat bernama Lionair yang berasal dari Filipina.

"Sayangnya, tidak ada penumpang yang selamat," terang Otoritas Bandara Internasional Manila dalam pernyataan resmi.

Otoritas tersebut menyatakan runway telah ditutup dan penyelidikan terkait peristiwa itu tengah dilakukan. Kepala Palang Merah Filipina, Senator Richard Gordon, mengatakan tim medis sudah dikirim ke bandara untuk merespons peristiwa ini.

"Pesawat itu terbakar dan meledak ketika lepas landas dari runway 24 di NAIA [kode Bandara Ninoy Aquino]," ujarnya.

The Strait Times Singapura melaporkan manifes pesawat menunjukkan bahwa penumpang berkebangsaan Kanada di pesawat itu dalam keadaan sakit. Namun, belum dapat dipastikan apakah pasien tersebut sedang dievakuasi menuju Tokyo.

Kementerian Kesehatan Filipina sebelumnya membantah pihaknya menyewa pesawat itu untuk mengirim pasokan medis ke daerah-daerah yang paling terdampak penyebaran virus corona.

Namun, Deputi Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Filipina Kapten Don Mendoza mengonfirmasi pesawat itu sebelumnya digunakan untuk mengantar pasokan medis dan Alat Pelindung Diri (APD) ke petugas medis di luar Manila dalam upaya melawan penyebaran virus corona.

"Kemarin, pesawat itu ada di [Provinsi] Iloilo. Mereka mengantar pasokan medis, lalu kembali ke Manila dengan selamat," ucapnya.

Mendoza mengungkapkan Lionair juga mengoperasikan pesawat lain yang jatuh pada September 2019, ketika tengah mengantar seorang pasien. Tercatat ada sembilan orang yang meninggal dalam peristiwa tahun lalu itu.

Dia menegaskan akan melakukan grounded atas armada Lionair.

Adapun peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

*Revisi: Dalam berita sebelumnya disebutkan bahwa pesawat yang terbakar adalah Lion Air. Sesuai dengan update terbaru dari sumber berita, berita ini mengalami perubahan termasuk bahwa pesawat yang terbakar adalah milik maskapai charter Filipina bernama Lionair.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Virus Corona

Sumber : The New York Times, The Strait Times

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top