Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komisi III DPR Soroti Kepadatan Penjara Sebagai Sumber Klaster Baru Virus Corona

Pengampunan kepada pidana umum dan penyalahgunaan narkoba akan mengurangi beban penjara hingga 50 persen.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  23:50 WIB
Ilustrasi penjara. - Dok. Istimewa
Ilustrasi penjara. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah harus mengantisipasi lembaga pemayarakata yang sudah over kapasitas sebagai klaster baru sumber penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyebutkan diperlukan langkah ekstrem agar kapasitas lapas menjadi ideal. Temasuk memberikan pengamunan terhadap pelanggaran para narapidana.

"Narapidana dan tahanan di seluruh lapas dan rumah tahanan (rutan) yang berada di bawah Ditjen Pemasyarakatan berkisar 270.000 dan begitu banyak lapas yang over kapasitas," kata Arsul dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3).

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, narapidana (napi) yang bisa dipertimbangkan untuk mendapat grasi adalah yang berstatus penyalahguna narkoba murni dan tindak pidana yang tidak masuk kejahatan berat serta sifatnya personal.

"Pemberian amnesti umum atau grasi kepada penyalahguna murni narkoba akan mengurangi beban over kapasitas lapas yang cukup signifikan. Presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk memberikan amnesti dan grasi ini berdasar Pasal 14 UUD 1945," katanya.

Namun Arsul menakankan bahwa untuk pemberian grasi hanya bagi napi penyalahguna murni narkoba saja dan bukan untuk pengedar apalagi bandar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapas
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top