Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19, Kemenlu Terapkan Pengetatan Pendatang Dari Luar Negeri

Dengan kebijakan ini berarti pemerintah Indonesia menutup akses WNI dan WNA yang memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dari 10 negara tersebut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  16:57 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang akan masuk di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang akan masuk di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah menetapkan pengetatan masuknya WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia seiring dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan kebijakan restriksi bagi WNI/WNA yang masuk atau transit ke Indonesia diberlakukan untuk 10 negara yakni China, Korea Selatan (Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do), Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, dan Inggris.

Dengan kebijakan ini berarti pemerintah Indonesia menutup akses WNI dan WNA yang memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dari 10 negara tersebut.

“Hingga saat ini, kebijakan [restriksi] belum berubah. Namun dengan keharusan mengajukan visa, praktis kebijakan pengetatan berlaku secara umum di seluruh dunia,” ujarnya seperti dihubungi Bisnis.com, Jumat (27/3/2020).

Setiap pendatang harus mengisi surat keterangan kesehatan atau health alert card. Bagi WNI yang kedapatan memiliki riwayat bepergian ke 10 negara dalam jangka waktu 14 hari akan dilaksanakan pemeriksaan tambahan di bandara.

Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri menetapkan penangguhan Bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, dan Bebas Visa DIplomatik/Dinas per 20 Maret 2020. Kebijakan ini berlaku selama 1 bulan bagi seluruh negara.

TKI Pulang

Faiza mengonfirmasi bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Indonesia akan dilakukan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan. Petugas pelabuhan telah siap melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penumpang kapal yang tiba di pelabuhan.

“Sebenarnya akan ada pemeriksaan kesehatan pada saat mereka tiba di pelabuhan/pintu masuk. Pemerintah telah mengimbau mereka yang kembali untuk melakukan karantina secara mandiri. Hasil pemeriksaan kesehatan di pelabuhan yang akan memperkuat hal ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah TKI dari Malaysia memilih pulang kampung ke Indonesia melalui jalur laut. Laporan Bisnis.com pada Selasa (24/3/2020) menyebutkan bahwa terdapat 81 TKI dari Johor tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam.

TKI tersebut menjalani pemeriksaan suhu dan disiram oleh cairan desinfektan sebelum menuju bus. Pemulangan TKI ini mayoritas karena masalah masa izin tinggal mereka yang sudah berakhir.

Sebanyak 65 TKI yang pulang dari Korea Selatan, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat memilih kembali ke kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah pada 17 Maret lalu. Mereka pulang lantaran tempat kerja mereka tidak beroperasi.

Mereka ditetapkan sebagai orang dalam pantauan (ODP) dan diinstruksikan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan pantauan oleh petugas puskesmas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top