Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Italia Catat Harapan Angka Kematian Mulai Berkurang

Selasa (24/3/2020) bisa jadi merupakan hari dengan angka kematian terburuk kedua bagi Italia. Namun di sisi lain muncul harapan bahwa angka kematian akan menurun di negara yang kini berjuang menghadapi infeksi Covid-19 itu.
Saeno, John Andhi Oktaveri
Saeno, John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  13:59 WIB
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Selasa (24/3/2020) bisa jadi merupakan hari dengan angka kematian terburuk kedua bagi Italia. Namun di sisi lain muncul harapan bahwa angka kematian akan menurun di negara yang kini berjuang menghadapi infeksi Covid-19 itu.  

Kondisi Italia memang masih belum menggembirakan. Pasien masih mengantre di rumah sakit dan pemerintah  berjuang sekuat tenaga untuk mengendalikan situasi.

Pada Selasam angka kematian terkait Corona di Italian naik menjadi 743, setelah dua hari sebelumnya terjadi penurunan, kata otoritas perlindungan sipil pada konferensi pers harian mereka di Roma. Jumlah kasus yang terkonfirmasi di negara ini sekarang berjumlah 69.176.

Namun, ada satu berita positif. Data terbaru menunjukkan bahwa kasus aktif naik paling tidak dalam hampir seminggu, sebuah indikasi awal yang bisa jadi menunjukkan bahwa pembatasan ketat pergerakan masyarakat  di negara ini berhasil memperlambat penyebaran virus Corona.

Pemerintahan Perdana Menteri Giuseppe Conte dapat mengenakan denda hingga 4.000 Euro (US$4.300) bagi setiap pelanggaran atas isolasi nasional di saat negara itu, ujar kantor berita Ansa. Italia tercatat sebagai negara yang mengalami dampak terburuk wabah virus Corona di Eropa.

Sementara itu kian banyak bukti yang menunjukkan bahwa tingkat infeksi melambat berkat isolasi atau lock down nasional yang sangat ketat.

Para pejabat kesehatan di seluruh negara Mediterania ini berupaya memberikan data terbaru untuk melihat apakah larangan dan penutupan selama dua minggu telah mengurangi krisis.

Pembatasan terketat dalam sejarah negara itu akan berakhir besok malam waktu setempat. Akan tetapi pihak pemerintah yakin akan memperpanjangnya dalam beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan ke depan.

Sebanyak 743 orang meninggal sehari terakhir sehingga mematahkan argumen penurunan dua hari berturut-turut yang membuat jumlah itu turun menjadi 601 pada Senin.

Akan tetapi, tingkat infeksi baru yang terdaftar secara resmi hanya delapan persen atau sama seperti hari Senin dan merupakan tingkat terendah sejak Italia pertama kali melaporkan kematian di wilayahnya pada 21 Februari lalu.

"Langkah-langkah yang kami ambil dua minggu lalu mulai berpengaruh," kata Kepala Dinas Perlindungan Sipil, Angelo Borrelli kepada harian La Repubblica seperti ikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (25/3/2020).

Sementara itu, Aljazeera.com melaporkan angkatan bersenjata Spanyol meminta NATO memberikan bantuan kemanusiaan guna memerangi virus Corona baru. Jumlah korban tewas menyentuh angka 2.700 dan infeksi melonjak menuju 40.000.

Dengan pandemi menyebar di seluruh dunia,Spanyol telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul, Spanyol mencatat jumlah kematian tertinggi ketiga dengan jumlah korban terakhir 2.696 setelah 514 orang lainnya meninggal dalam 24 jam terakhir.

Meskipun penguncian yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan pada 14 Maret, kematian dan infeksi terus meningkat. Karena itu, selain melibatkan tentara untuk mencegah penyebaran virus Corona, Spanyol juga minta bantuan NATO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia Virus Corona
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top