Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Fokus jadi Filantropis, Bill Gates Mundur dari Jabatan Penasihat Microsoft

Selama ini, Bill Gates merupakan penasihat bagi CEO Microsoft Satya Nadella untuk area teknologi, termasuk produktivitas, kesehatan peranti lunak, kecerdasan buatan. Namun, tahun ini, dia ingin fokus pada gerakan penaggulangan iklim, kesehatan pendidikan dan lain sebagainya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 14 Maret 2020  |  16:40 WIB
Bill Gates - Istimewa
Bill Gates - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bill Gates resmi keterlibatannya sebagai penasihat Microsoft Corp. perusahaan yang didirikannya pada 1975, untuk fokus kepada kegiatan filantropi.

"Microsoft akan selalu menjadi bagian penting karir saya dan saya akan terus berhubungan dengan [CEO Microsoft] Satya dan kepemimpinan teknis untuk membantu membentuk visi dan menerima tujuan ambisius perusahaan," ungkap Bill Gates dalam postingan blognya, Jumat (13/3/2020).

Selama ini, Bill Gates merupakan penasihat bagi CEO Microsoft Satya Nadella untuk area teknologi, termasuk produktivitas, kesehatan peranti lunak, kecerdasan buatan.

Orang terkaya nomor dua dunia ini sebenarnya telah meninggalkan Microsoft pada 2008. Saat itu, dia memutuskan untuk mengabdikan sebagian besar waktunya untuk Bill & Meilinda Gates Foundation. Sekarang, Gates ini menghabiskan hidupnya untuk mengabdi di bidang kesehatan global, pendidikan, dan penanggulangan perubahan iklim.

Dia telah menjabat sebagai CEO Microsoft hingga tahun 2000. Tahun yang sama ketika dia merintis yayasannya. Hingga 2014, dia masih menjabat sebagai pemimpin perusahaan.

Di bawah kepemimpinan Bill Gates, Microsoft telah tumbuh dari sekedar penyedia peranti lunak sederhana untuk mesin rumah tangga dan bisnis hingga komputer personal dan kini bertransformasi menjadi perusahaan penyedia komputasi awan untuk kegiatan internet, bisnis dan gim.

"Microsoft akan tetap menerima manfaat dari semangat teknikal Bill dan nasihat untuk mendorong produk dan layanan kami ke depan," ujar Nadella dalam pernyataan resminya yang dikutip Bloomberg.

Nadella mengaku bersyukur atas pertemanannya dengan Bill dan berharap dapat terus bekerja bersamanya untuk merealisasikan misi memberdayakan masyarakat dan organisasi di planet ini.

Nadella mendapatkan kursi CEO pada 2014, ketika dia mengantikan Ballmer. Sejak saat itu, Microsoft fokus untuk menjalankan bisnis komputasi awan seiring berkurangnya pertumbuhan pasar personal komputer. Microsoft telah meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 14 persen sejak dua tahun terakhir dengan mengenjot penjualan peranti lunak dan layanan komputasi.

Ketika penurunan saham selama beberapa minggu terakhir akibat isu virus corona, Microsoft masih membukukan kapitalisasi pasar lebih dari US$1,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bill gates microsoft

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top