Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Corona di Solo Meninggal, Semua Sekolah Diliburkan 2 Pekan

Sekolah sekolah di Solo libur, para siswa diharapkan belajar di rumah masing-masing. Wali Kota mengatakan kebijakan ini bisa diperpanjang menyesuaikan dengan perkembangan situasi.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  22:30 WIB
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (tengah) didampingi Dirut Bank Jateng Supriyatno (kiri) secara simbolis memberikan bantuan nontunai pangan dan sosial kepada warga di Kratonan, Rabu (5/10/2016). - Bisnis/Pamudji Tri Nastiti
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (tengah) didampingi Dirut Bank Jateng Supriyatno (kiri) secara simbolis memberikan bantuan nontunai pangan dan sosial kepada warga di Kratonan, Rabu (5/10/2016). - Bisnis/Pamudji Tri Nastiti

Bisnis.com, SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengumumkan semua sekolah jenjang SD dan SMP termasuk madrasah di Solo libur selama 14 hari mulai Senin (16/3/2020).

Kebijakan sekolah di Solo libur selama 14 hari itu terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona menyusul meninggalnya satu pasien positif di RSUD dr. Moewardi, Rabu (11/3/2020) lalu.

Sekolah sekolah di Solo libur, para siswa diharapkan belajar di rumah masing-masing. Wali Kota mengatakan kebijakan ini bisa diperpanjang menyesuaikan dengan perkembangan situasi.

"Untuk jenjang SMA tetap masuk karena sedang ada ujian," kata Rudy, sapaan akrab Wali Kota, kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Selain meliburkan sekolah, Pemkot Solo  juga menunda sejumlah agenda yang akan digelar dalam waktu dekat. Agenda itu di antaranya Solo Culinary Festival, Solo 24 Jam Menari, Pocari Run, Musrenbang, pertunjukan wayang orang tiap Sabtu, car free day, dan lomba kelurahan.

Tak hanya itu, sejumlah tempat wisata dan tempat berkumpul massa ditutup termasuk Taman Sriwedari.

"Transportasi untuk wisata juga tidak beroperasi," imbuh Rudy.

Sementara itu, Polresta Solo juga menetapkan kebijakan setop peizinan acara-acara yang mendatangkan massa dalam jumlah besar di Kota Bengawan.

Kebijakan itu berlaku selama 14 hari. Kapolresta Solo Kombes Pol. Andy Rivai juga menyarankan agar pertandingan sepak bola ditunda.

"Tadi kan sudah disampaikan oleh Bu Ning [Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih] masih di-tracking pasien itu sebelumnya interaksi dengan siapa saja. Jadi tunggu 14 hari apakah ada kasus baru atau tidak," kata dia.

Sebelumnya, panitia Solo 24 Jam Menari sudah lebih dulu mengumumkan pembatalan acara yang sedianya digelar 11-12 April 2020. Agenda tahunan itu dibatalkan untuk mencegah penyebaran virus corona. Acara ini dipastikan akan menyedot massa dalam jumlah besar.

Seperti diberitakan, satu pasien positif corona meninggal saat menjalani isolasi di RSUD dr. Moewardi Solo, Rabu (11/3/2020). Selain itu saat ini masih ada dua pasien yang diisolasi, satu di antaranya positif.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona sekolah
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top