Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demam Berdarah Renggut 37 Nyawa di NTT

Di tengah hebohnya berita kasus Virus Corona, kasus demam berdarah di Nusa Tenggara Timur seolah tak bergaung. Padahal, demam berdarah di NTT itu sudah merenggut 37 nyawa hingga Rabu siang (11/3/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  15:19 WIB
Demam Berdarah Renggut 37 Nyawa di NTT
Pasien demam berdarah dengue (DBD) tengah dirawat di salah satu ruangan di RSUD TC Hillers, Rabu (11/3/2020). - Antara/Kornelis Kaha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah hebohnya berita kasus Virus Corona, kasus demam berdarah di Nusa Tenggara Timur seolah tak bergaung. Padahal, demam berdarah di NTT itu sudah merenggut 37 nyawa hingga Rabu siang (11/3/2020).

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan jumlah korban meninggal dunia di provinsi itu sampai dengan Rabu pagi akibat demam berdarah dengue (DBD) mencapai 37 orang.

"Sampai dengan pagi ini, dari seluruh data yang kami kumpulkan di 22 kabupaten/kota terkait DBD sudah ada 37 orang yang meninggal dengan jumlah kasus DBD sejak Januari hingga awal Maret 2020 mencapai 3.109 kasus, " kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala saat dihubungi oleh Antara dari Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (11/3/2020) .

Ia mengatakan bahwa terjadi penambahan korban yang meninggal akibat DBD jika dibandingkan dengan satu hari sebelumnya yakni pada Senin (9/3) yang kasus kematian akibat DBD baru mencapai 33 kasus.

Artinya bahwa kata dia dalam sehari telah terjadi empat kasus kematian dalam sehari di beberapa kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu, salah satunya adalah di kabupaten Sikka yang kini menyumbang angka tertinggi untuk kematian.

"Kabupaten penyumbang kasus DBD tertinggi adalah kabupaten Sikka dengan angka kematian mencapai 14 orang, dan terdapat 1.216 kasus, " tambah dia.

Urutan kedua ditempati oleh Kota Kupang dengan jumlah kasus 462 kasus dengan angka kematian mencapai 5 orang.

Posisi ketiga ditempati oleh kabupaten Alor, dengan jumlah kasus mencapai 308 kasus dengan jumlah kasus mencapai tiga orang.

Ia mengatakan semakin meningkatnya jumlah pasien DBD yang meninggal di provinsi itu diakibatkan karena keterlambatan untuk membawa korban ke puskesmas atau RS agar bisa diperiksa.

Pemerintah provinsi juga sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka kematian akibat DBD. Salah satu cara adalah mengirimkan sejumlah dokter spesialis ke sejumlah daerah yang terparah kasus DBD-nya.

Bahkan saat ini khusus untuk kabupaten Sikka saja, provinsi NTT mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat seperti dokter ahli dan perawat.

Masyarakatpun diminta agar tetap menjaga kebersihan lingkungan serta memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt demam berdarah nyamuk aedes aegypti

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top