Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alipay Perluas Layanan dari Beli Properti sampai Tiket Bioskop

Berbagai inovasi layanan Alipay semakin memacu persaingan dengan Wechat.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  20:56 WIB
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014. - Istimewa
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Alipay, aplikasi pembayaran digital milik Jack Ma, terus berkompetisi dengan Wechat untuk memperluas pelayanan mulai pembelian real estate, restoran, dan pemesanan tiket bioskop.

Alipay menargetkan 40 juta juta mitra dan layanan jasa di China untuk menggunakan program mininya, sebuah aplikasi ringan yang memungkinkan akses cepat ke berbagai layanan.

Perusahaan ini telah melakukan eksperimen untuk mengimplementasikan inovasi baru selama tiga tahun terakhir dan sekarang memiliki 1,7 juta program semacam itu.

Inovasi tersebut semakin memacu persaingan antara Alipay dengan Wechat, aplikasi super yang dimiliki oleh orang terkaya kedua setelah Jack Ma, yakni Pony Ma.

Setelah melihat kenaikan permintaan yang fantastis selama wabah virus corona atau covid-19, Alipay memperkenalkan insentif bagi developer untuk menciptakan program mini yang membantu pengguna mengatasi dampak penyebaran virus itu.

“Kami melihat kenaikan drastis terhadap jasa online. Tren ini akan terus tumbuh, bahkan setelah wabah virus berakhir,” kata Wakil Presiden Alipay Bisnis Ekonomi Terbuka, dilansir Bloomberg, Selasa (10/3/2020).

Ant Financial, perusahaan yang memiliki Alipay, memperkirakan ada sekitar 100 juta usaha kecil dan menengah di China. Tujuan program ini adalah untuk mendorong pelaku usaha tersebut mengatur data konsumen, melakukan promosi, dan analisis marketing.

Program itu terbukti sukses membantu sejumlah pelaku usaha untuk meminimalisir dampak wabah virus corona terhadap bisnisnya. Meicai, sebuah perusahaan rintisan dengan valuasi US$7 miliar, yang menghubungkan petani dengan restoran, menggunakan program ini untuk berhubungan langsung dengan konsumen ritel.

Perusahaan ini melihat adanya lebih dari 800 pengguna di China dari 80 kota memesan bahan-bahan makanan setiap minggunya.

Selain Meicai, sebuah perusahaan properti melakukan lelang melalui program ini dan berhasil menjual properti dengan nilai 110 juta yuan (US$16 juta) selama tiga hari. Perusahaan itu menggunakan sistem verifikasi identitas yang dimiliki Alipay, sebuah lelang online secara real time dengan memanfaatkan blockchain dan menghubungkan agen notaris lokal.  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jack ma Alipay

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top