Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Diingatkan untuk Utamakan Kualitas dalam Pengadaan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan kualitas teknologi Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) karena selain menyangkut hajat hidup orang banyak, Indonesia juga rawan bencana alam.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  14:47 WIB
Pemasangan alat pendeteksi tsunami BUOY di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Foto: bppt_ri
Pemasangan alat pendeteksi tsunami BUOY di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Foto: bppt_ri

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan kualitas teknologi Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) karena selain menyangkut hajat hidup orang banyak, Indonesia juga rawan bencana alam.

Menurutnya, pengadaan Ina-TEWS tidak hanya mengutamakan kualitas, tapi juga harus sesuai aturan di lembaga yang ditunjuk pemerintah, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Alasannya, Ina-TEWS merupakan sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif dan di dalamnya diterapkan teknologi baru yang dikenal dengan Decision Support System.

“Alat-alatnya harus berkualitas. Untuk itu, Komisi V menghimhau kepada BMKG melalui pemerintah. Bahkan, kita minta kepada bapak Presiden Jokowi agar betul-betul alat-alatnya agar up to date semua,” ujar Ridwan kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Dia menambahkan, pengadaan Ina-Tews di BMKG sangat penting karena alat tersebut memiliki peranan penting dalam mitigasi bencana Tsunami. Salah satu komponen penting dalam Ina-Tews khususnya central hub yang merupakan salah satu rangkaian dari sistem teknologi untuk mengetahui magnitudo gempa bumi yang berkaitan dengan tsunami.

"BMKG jangan melanggar aturan," katanya. Kehadiran Ina-TEWS, ujarnya, sangat membantu masyarakat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar meminimalisir dampak yang tidak diinginkan.

“BMKG dan Komisi V sudah bekerja maksimal untuk mengambil langkah-langkah sehingga bisa meminimalisir terjadinya gempa dan tsunami. Paling tidak bisa mendeteksi lebih awal,” katanya.

Pengamat sekaligus Koordinator Nasional Masyarakat Anti Monopoli (MAM) Khairul meminta agar pengadaan alat Ina-TEWS sesuai dengan aturan dan proses yang berlaku. Diingatkannya, pengadaan Ina-Tews apabila tidak sesuai spesifikasi bisa berakibat fatal karena memungkinkan teknologi tidak dapat membaca potensi tsunami yang diakibatkan magnitudo gempa bumi secara akurat.

"Selain itu juga praktik monopoli dapat menutup mata untuk melihat apakah masih ada teknologi yang lebih baik, canggih dan efisien," katanya mengingatkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr BMKG tsunami
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top