Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dapat Ancaman Sweeping, Dubes India Percaya pada Otoritas Indonesia

Sweeping tersebut dilakukan oleh PA 212 bersama Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama. Atas kejadian tersebut, pihak Kedutaan Besar India percaya sepenuhnya kepada otoritas keamanan di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Maret 2020  |  09:02 WIB
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12). - Antara
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar India di Jakarta kini sedang tidak aman. Pasalnya, dugaan kekerasan kepada umat Islam di India membuat kantor perwakilan pemerintah tersebut menjadi sasaran demonstrasi sejumlah kalangan di Indonesia. 

Dubes India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat mempercayakan sepenuhnya keselamatan warga negara India kepada otoritas Indonesia terkait ancaman sweeping terhadap mereka.

"Perlindungan kepada warga negara India diserahkan sepenuhnya kepada otoritas terkait," ujar Pradeep di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020.

Menurut Pradeep, pemerintah dan otoritas Indonesia pasti akan bertindak jika ada aturan yang dilanggar. "Kami percaya sepenuhnya terhadap pemerintah dan otoritas Indonesia," ujarnya.

PA 212 bersama Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar India sehubungan dengan kekerasan yang dialami umat Islam di India. Dalam aksi tersebut, massa gagal bertemu dengan Duta Besar India dan dijanjikan akan ditemui pekan depan.

Ketua PA 212 Slamet Maarif kemudian mengancam akan melakukan sweeping terhadap warga India di Indonesia apabila janji tidak dipenuhi. Belakangan, ia menyebut pernyataan tersebut adalah pernyataan pribadi.

Pradeep juga mengapresiasi aparat kepolisian yang telah mengawal pelaksanaan unjuk rasa di kantor Kedutaan Besar India di Jalan HR Rasuna Said yang berjalan tanpa anarkis. Selain kepada kepolisian, Pradeep menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melindungi kedutaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india kekerasan islam fpi ulama

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top