Reshuffle Kabinet, Johnson Cari Pejabat Perempuan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mempromosikan sejumlah pejabat wanita untuk mengisi posisi di kabinet, setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:45 WIB
Reshuffle Kabinet, Johnson Cari Pejabat Perempuan
Boris Johnson - Reuters/Neil Hall

Bisnis.com, JAKARTA—Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mempromosikan sejumlah pejabat wanita untuk mengisi posisi di kabinet, setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa.

Johnson menghadapi tekanan dari beberapa pihak untuk meningkatkan komposisi menteri perempuan dalam kabinetnya. Tetapi, pejabat senior merekomendasikan untuk tidak sembarang mengangkat pejabat wanita sebelum memiliki pengalaman yang mumpuni.

Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (13/2/2020), media-media di Inggris melaporkan spekulasi bahwa sosok-sosok perempuan yang saat ini berada di kabinetnya misalnya Menteri Kabinet Theresa Villiers, Andrea Leadsom, dan Liz Truss berpeluang dicopot saat reshuffle kabinet diumumkan. Namun, pemerintah memastikan jumlah keterwakilan perempuan dalam kabinet tidak akan berkurang.

Setidaknya, spekulasi menguat bahwa beberapa pejabat perempuan yang bakal dipromosikan termasuk Anne-Marie Trevelyan, Suella Braverman, dan Gillian Keegan. Sosok lainnya yang diperkirakan masuk dalam kabinet adalah Sekretaris Pembangunan Internasional Alok Sharma dan Oliver Dowden.

Johnson berhasil menjabat perdana menteri setelah Partai Konservatif yang dipimpinnya menuai kemenangan pertamanya selama 30 tahun. Ia adalah perdana menteri Inggris dengan kekuasan terbesar sejak Tony Blair.

Pejabat terkait mengungkapkan Johnson berencana meningkatkan keterwakilan perempuan dalam kabinetnya hingga 60%. Saat ini, proporsi wanita dalam kabinetnya hanya 18%.

Salah satu menteri yang diperkirakan bakal meninggalkan kabinetnya adalah Menteri Kebudayaan Nicky Morgan dan Jaksa Agung Geoffrey Cox yang akan diganti atau dipindah ke posisi lainnya.

Menteri Keuangan Sajid Javid, Sekretaris Luar Negeri Dominic Raab, dan Menteri Kabinet Michael Gove, dan Sekretaris Transportasi Grant Shapps adalah beberapa sosok yang diperkirakan tetap berada pada tim kabinet Johnson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inggris

Sumber : Bloomberg

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top