Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Virus Corona Melonjak, China Lengserkan Pejabat Hubei

Pemerintah China melengserkan sejumlah pejabat tinggi dari posisinya di provinsi Hubei, pusat wabah virus corona atau Covid-19. Pelengseran berlangsung di tengah meluasnya kekhawatiran soal upaya untuk menekan informasi tentang tingkat keparahan krisis virus ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  13:18 WIB
Tenaga medis menggunakan pakaian pelindung khusus saat merawat pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, Provinsi Hubei, China Rabu (28/1 - 2020). China Daily via Reuters
Tenaga medis menggunakan pakaian pelindung khusus saat merawat pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, Provinsi Hubei, China Rabu (28/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China melengserkan sejumlah pejabat tinggi dari posisinya di provinsi Hubei, pusat wabah virus corona atau Covid-19. Pelengseran berlangsung di tengah meluasnya kekhawatiran soal upaya untuk menekan informasi tentang tingkat keparahan krisis virus ini.

Ying Yong, 62, Wali Kota Shanghai, ditunjuk untuk menggantikan Jiang Chaoliang, 62, sebagai Kepala Partai Komunis Hubei. Kabar itu disampaikan kantor berita resmi Xinhua, Kamis (13/2/2020).

Jiang, mantan Gubernur provinsi Jilin, telah memimpin komite partai sejak Oktober 2016. Sebelumnya ia memimpin cabang People's Bank of China di Shenzhen dan Guangzhou selama krisis keuangan Asia.

Sementara itu, Kepala Partai kota Jinan Wang Zhonglin ditunjuk mengisi jabatan politik teratas di Wuhan. Jabatan itu sebelumnya dipegang Ma Guoqiang.

Diberitakan Bloomberg. perombakan ini mencerminkan pergerakan politik terbesar sejauh ini akibat wabah Covid-19 alias virus Corona yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan menimbulkan kemarahan besar di antara warga China.

Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah kematian Dokter Li Wenliang di Wuhan akibat terjangkiti virus Corona. Kepolisian lokal sempat menuduh Li menyebarkan desas-desus setelah menyampaikan peringatan pertama tentang adanya wabah virus Corona.

Berita tentang kematian Li yang diindikasikan karena penyakit itu disensor oleh otoritas China yang memicu kemarahan publik lebih lanjut di media sosial.

Kekhawatiran tentang penanganan otoritas provinsi Hubei atas wabah ini makin menjadi-jadi menyusul revisi jumlah kasus terinfeksi virus Corona di Hubei yang meningkat mencapai hampir 50.000 pada Kamis (13/2/2020).

Pekan lalu, pemerintah pusat mengirimkan dua pejabat senior untuk membantu memimpin pelaksanaan respons di Hubei. Dua anggota komisi kesehatan provinsi Hubei telah dicopot dari jabatan mereka.

Presiden Xi Jinping telah memerintahkan upaya "habis-habisan" untuk mengatasi wabah ini dan secara paksa mengkarantina lebih dari 40 juta orang di Hubei.

Partai Komunis pun menunjuk satuan tugas yang dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang untuk mengoordinasikan respons nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top