Kasus Baru COVID-19 di Singapura, Bersiap Hadapi yang Terburuk

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong memperingatkan bahwa meski ada pasien yang stabil dan pulih dari infeksi virus, namun mungkin ada juga yang gagal. "Kita harus bersiap untuk yang terburuk," katanya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  09:45 WIB
Kasus Baru COVID-19 di Singapura, Bersiap Hadapi yang Terburuk
Warga mengenakan masker sebagai bentuk pencegahan atas virus corona, di area Chinatown di Singapura, Senin (10/2/2020). - Bloomberg/Seong Joon Cho

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong memperingatkan bahwa meski ada pasien yang stabil dan pulih dari infeksi virus Corona, namun mungkin ada juga yang gagal. "Kita harus bersiap untuk yang terburuk," katanya.

Pernyataan itu menyiratkan perlunya kesiapan menghadapi skenario terburuk yang mungkin saja terjadi dengan pasien yang terinfeksi virus Corona yang bernama resmi COVID-19 tersebut.

Kemarin, Singapura mencatat tiga kasus baru COVID-19 atau virus Corona. Hal itu disampaikan Direktur Pelayanan Medis di Kementerian Kesehatan (MOH) Kenneth Mak, Rabu (12/2/2020).

Di antara mereka yang terkena wabah itu adalah dua berasal dari jemaat gereja Grace Assembly of God. Satu lainnya merupakan pegawai bank DBS di Marina Bay Financial Center.

Ketiganya merupakan warga Singapura dan tidak memiliki sejarah perjalanan baru-baru ini ke daratan China.

Dua pasien yang terkait dengan gereja adalah dua karyawan, masing-masing pria berusia 34 tahun dan 46 tahun yang mengunjungi kedua gereja Grace Assembly of God di Tanglin dan Bukit Batok. Demikian diberitakan ChannelNewsAsia.com, Kamis (13/2/2020).

Pihak gereja menyatakan di halaman Facebook-nya bahwa mereka akan menghentikan semua ibadah dan kegiatan gereja selama dua minggu.

Kemarin dilaporkan sebanyak enam orang lagi keluar dari rumah sakit, sehingga jumlah total pasien yang telah pulih menjadi 15 di Singapura. Pasien yang baru keluar adalah kasus 4, 12, 25, 29, 34 dan 40, semuanya adalah orang dewasa.

Mereka termasuk pria berusia 36 tahun dan wanita berusia 37 tahun yang pulang dari Wuhan, China.

Hingga siang kemarin, sebanyak 638 kasus yang dicurigai negatif dan hasil tes untuk 125 kasus sedang menunggu hasil, menurut pihak kementerian kesehatan.

Sedangkan karyawan yang berusia 62 tahun dan bekerja pada bank DBS dipastikan memiliki infeksi COVID-19 kemarin pagi. Akibatnya, bank itu mengambil tindakan pencegahan dengan meminta karyawan itu bekerja dari rumah. Pihak bank juga sedang melakukan pelacakan terhadap semua karyawan dan orang lain yang mungkin terinfeksi oleh orang yang terinfeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
singapura, virus corona, covid-19

Sumber : Channel News Asia

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top