Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Inggris Rebound, Sektor Jasa Menguat

Penguatan sektor jasa membawa ekonomi Inggris rebound pada Januari 2020. Hal ini dipicu berlalunya ketidakpastian politik sejak kemenangan Perdana Menteri Boris Johnson.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  17:33 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penguatan sektor jasa membawa ekonomi Inggris rebound pada Januari 2020. Hal ini dipicu berlalunya ketidakpastian politik sejak kemenangan Perdana Menteri Boris Johnson.

Sektor jasa yang meliputi perbankan, asuransi, restoran, dan hotel berkontribusi sekitar 80 persen pada ekonomi Inggris. Menurut laporan terbaru dari IHS Markit dan Chartered Institute of Procurement and Supply, aktivitas bisnis tumbuh untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019.

Didukung kenaikan aktivitas domestik, perusahaan jasa mengatakan stabilitas politik telah mendorong pengeluaran konsumen dan investasi bisnis di seluruh negeri. IHS Markit/Cips Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor ini naik menjadi 53,9 pada Januari, tertinggi sejak September 2018. Angka itu sedikit di atas perkiraan awal 52,9.

Rekrutmen tenaga kerja meningkat, sementara prospek pengambilan keputusan politik yang lebih cepat menyebabkan peningkatan belanja perusahaan.  Tim Moore, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit mengatakan pembacaan PMI menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) akan naik sekitar 0,2% pada kuartal pertama tahun ini.

"Tanda-tanda kemauan yang lebih besar untuk membelanjakan dan positifnya prospek ekonomi domestik telah membantu mengangkat proyeksi pertumbuhan penyedia layanan ke level tertinggi di bawah lima tahun," katanya, dilansir The Guardian, Kamis (6/2/2020).

Terlepas dari meningkatnya optimisme, para ekonom memperingatkan bahwa survei terhadap sekitar 650 perusahaan sektor jasa dilakukan sebelum wabah coronavirus menghantam aktivitas bisnis di China. Para analis telah memperingatkan bahwa upaya karantina di negara itu dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu, yang juga akan merembet ke negara lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top