DPR Soal Penghentian Penerbangan: China Tak Perlu Marah

Pemerintah Tiongkok tak perlu marah dengan kebijakan tersebut. Keputusan itu dinilai tepat sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona yang oleh badan kesehatan dunia (WHO) dinyatakan sebagai darurat global,
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  01:55 WIB
DPR Soal Penghentian Penerbangan: China Tak Perlu Marah
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mendukung kebijakan pemerintah menutup sementara penerbangan Indonesia-China. Penutupan dilakukan untuk menangkal penyebaran virus Corona meski pemerintah China merasa keberatan.

“Pemerintah Tiongkok tak perlu marah dengan kebijakan tersebut. Keputusan itu dinilai tepat sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona yang oleh badan kesehatan dunia (WHO) dinyatakan sebagai darurat global,” ujar Azis.

Menurut Azis, DPR memberi dukungan politik terhadap langkah pemerintah untuk menangkal para pendatang dari mainland China transit di Indonesia.

DPR juga mendukung penghentian pemberian visa kunjungan untuk warga negara China ke Indonesia selain penghentian impor bahan pangan, produk pangan dan minuman dari China.

“China harus bisa menerima kenyataan ini karena pemerintah Indonesia ingin melindungi warga negaranya dari virus Corona,” ujar Azis, Rabu (5/2/2020).

Azis menambahkan bahwa perlindungan terhadap warga negara itu merupakan perintah konstitusi yang harus dipenuhi pemerintah Indonesia.

Sebelumnya Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengaku keberatan atas keputusan itu. Dia berdalih kebijakan-kebijakan tersebut bisa merugikan ekonomi Indonesia.

"Menurut saya kalau ambil pembatasan seperti terhadap penukaran personal penerbangan dan perdagangan, kami sangat tidak berharap itu dampaknya. Itu sebenarnya juga akan merugikan ekonomi perdagangan dan pariwisata  Indonesia sendiri," kata Xiao di Jakarta, Selasa (4/2).

Dubes Xiao mengatakan selama ini kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok berlangsung baik. Dia juga mengatakan turis dari China kerap memberikan keuntungan kepada Indonesia.

“Pemerintah China jangan berfikir untung rugi dengan mengungkit-ungkit turis dari negerinya memberikan keuntungan kepada Indonesia. Pemerintah China harus menghormati keputusan yang diambil pemerintah Indonesia dan yakinlah bahwa semua itu hanya sementara," tegas Azis.

Azis berharap kebijakan penghentian sementara penerbangan itu tidak akan merusak hubungan kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona, indonesia-china

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top