Diplomat Indonesia Ditolak Masuk ke Papua Nugini karena Virus Corona

Abraham Lebelauw, konsul Indonesia untuk Papua Nugini, mencoba melintasi wilayah perbatasan dari Papua Barat menuju Papua New Guinea pada Rabu (5/2/2020), namun pemerintah Papua New Guinea sejak akhir pekan lalu sudah menutup wilayah perbatasan.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  10:50 WIB
Diplomat Indonesia Ditolak Masuk ke Papua Nugini karena Virus Corona
Ilustrasi - Virus corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang konsul Indonesia kecewa tak diizinkan melintasi wilayah perbatasan Papua Nugini  dengan alasan bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus corona.   

Dikutip dari rnz.co.nz, Abraham Lebelauw, konsul Indonesia untuk Papua Nugini, mencoba melintasi wilayah perbatasan dari Papua Barat menuju Papua New Guinea pada Rabu (5/2/2020), namun pemerintah Papua Nugini sejak akhir pekan lalu sudah menutup wilayah perbatasan.

Lebelauw mengatakan kepada media bahwa pemindai thermal sudah ada di wilayah perbatasan dan dia berusaha menggunakan imunitas diplomatiknya, namun ditolak. 

Di Indonesia belum ada pasien yang terkonfirmasi terjangkit virus corona. Lebelauw saat ini berada di Kota Jayapura, Indonesia, bersama ratusan orang, termasuk warga negara Papua Nuginia yang terdampar di wilayah perbatasan. 

“Tidak ada kasus virus corona yang terkonfirmasi di Indonesia dan saya jelas tidak berasal dari Kota Wuhan,” kata Lebelauw. 

Menurutnya, sebagai negara yang bertetangga baik dengan Papua Nugini, alangkah baiknya melakukan dialog, diskusi dan kerja sama untuk menyelesaikan masalah ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, terkait hal ini menjelaskan di banyak tempat di dunia banyak kekhawatiran atas penyebaran virus corona dan kerap terjadi situasi di lapangan yang tidak proporsional

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua nugini, virus corona

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top