Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pria Ini Terinfeksi Virus Corona setelah Bertemu Warga China

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan pria dari Selangor itu dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di Rumah Sakit Sungai Buloh.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  06:53 WIB
Seorang petugas keamanan mengenakan pelindung berdiri di depan pintu masuk ke kasino yang ditutup di Kasino Grand Lisboa, dioperasikan oleh SJM Holdings Ltd., di Makau, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Kasino di Makau, China wilayah yang merupakan pusat perjudian terbesar dunia, akan ditutup selama 15 hari karena Cina berusaha menahan penyebaran virus korona yang mematikan - Bloomberg.
Seorang petugas keamanan mengenakan pelindung berdiri di depan pintu masuk ke kasino yang ditutup di Kasino Grand Lisboa, dioperasikan oleh SJM Holdings Ltd., di Makau, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Kasino di Makau, China wilayah yang merupakan pusat perjudian terbesar dunia, akan ditutup selama 15 hari karena Cina berusaha menahan penyebaran virus korona yang mematikan - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia mengonfirmasi kasus pertama virus corona baru pada seorang warganya usai melakukan pertemuan di Singapura sehingga menjadikan jumlah pasien yang terinfeksi di negara tersebut menjadi 10 orang.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan pria dari Selangor itu dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di Rumah Sakit Sungai Buloh.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) kemarin mengatakan bahwa warga negara Malaysia itu berada di Singapura dari 16 Januari hingga 23 Januari untuk pertemuan bisnis di Grand Hyatt Hotel yang melibatkan warga negara China.

Setelah kembali ke Malaysia, pria berusia 42 tahun itu mengalami gejala dan kemudian dinyatakan positif terkena virus corona baru pada 3 Februari.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan telah memulai penyelidikan epidemiologis dan pelacakan kontak untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kontak dekat dengan kasus tersebut.

Pria itu mulai menunjukkan gejala pada 29 Januari 2020, hampir seminggu setelah dia kembali ke Malaysia, menurut pihak berwenang Malaysia.

Keluarga dekat pria tersebut juga akan ditempatkan di bawah "pengawasan rumah" selama 14 hari, tambah Dzulkefly.

Berbicara kepada wartawan pada konferensi pers kemarin sore, Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Malaysia seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (5/2/2020).

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan otoritas kesehatan Malaysia, kami telah bekerja sama secara bilateral," kata  Mak.

Dia menambahkan: "Kami memahami bahwa risiko paparan sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. Ada kemungkinan bahwa banyak orang yang mengambil bagian dalam pertemuan khusus ini mungkin (tidak) berada di Singapura lagi."

 Pria dari Wuhan

Kasus lain yang dikonfirmasi pada Selasa (4/2/2020) di Malaysia adalah seorang pria berusia 63 tahun dari Wuhan, yang memasuki Malaysia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 18 Januari 2020.

Dia sekarang dalam kondisi stabil dan dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Adapun 20 kasus lain yang dicurigai saat ini sedang menunggu hasil tes lebih lanjut, ujar Dzulkefly menambahkan. Malaysia sebelumnya melaporkan total delapan kasus virus corona pada 30 Januari, yang semuanya adalah warga negara China.

Tiga kasus infeksi pertama di negara itu adalah seorang pria berusia 66 tahun yang dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Singapura telah dinyatakan positif terkena virus corona. Mereka yang terinfeksi adalah warga China.

Tiga warga negara China itu telah dikarantina di sebuah hotel di Johor Bahru sebelum mereka dirawat

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china malaysia virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top