Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Rencana Legalisasi Ganja di Aceh

Ada anggapan ganja memiliki banyak kandungan positif sebagai bahan baku untuk berbagai produk.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Februari 2020  |  17:45 WIB
Aparat Kepolisian Polres Aceh Utara mencabut batang tanaman ganja saat operasi ladang ganja di Desa Cot Rawa Tu, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Aceh, Rabu (10/5). - Antara/Rahmad
Aparat Kepolisian Polres Aceh Utara mencabut batang tanaman ganja saat operasi ladang ganja di Desa Cot Rawa Tu, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Aceh, Rabu (10/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif The Aceh Institute Fajran Zain menyatakan ingin membuka pintu diskusi legalisasi tanaman ganja di Aceh.

Menurutnya, ganja memiliki banyak kandungan positif sebagai bahan baku untuk berbagai produk.

"Selama ini stigma (ganja) itu adalah zat adiktif, narkoba, dan masuk dalam daftar BNN sebagai barang tidak boleh dikonsumsi," katanya di sela-sela diskusi publik potensi industri ganja Aceh sebagai strategi pengentasan kemiskinan, di Kamp Biawak, Kota Banda Aceh, Jumat (31/1/2020).

Diskusi itu mengundang Profesor Musri Musman sebagai peneliti pemanfaatan ganja untuk keperluan medis, pemerhati ganja Tgk Jamaica, serta Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Dhira Narayana.

Fajran mengutip hasil penelitian Musri bahwa ganja itu produktif dan dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi.

Dia menyebut produk pengawet warna, parfum, dan medis.

 "Maka saya jadi bertanya apa dasar negara menjadikan ini ilegal," ujarnya.

Sebagai lembaga penelitian, Fajran mengatakan, pihaknya wajib membuka ruang kepada publik untuk berdiskusi, meneliti, mengkaji tentang potensi ganja sebagai pengentasan kemiskinan di Aceh.

Meskipun, kata dia, kepolisian, BNN, serta sejumlah kalangan mempertanyakan tujuan dari diskusi yang dibuat tersebut.

"Ketika kami melansir ide diskusi ini juga ditelepon oleh pihak keamanan, BNN, mempertanyakan maksud diskusi ini. Saya katakan ini adalah diskusi, terbuka, kajian, akademik, dan silakan datang," katanya.

Menurut dia, jika Pemerintah Aceh cermat dalam melihat potensi tanaman ganja, tidak tertutup kemungkinan pascadiskusi itu akan ada tindaklanjutnya. 

"Kami buka kran diskusi dulu. Baru satu temuan penelitian, bukan tidak mungkin ada kajian lain tentang ganja yang memang positif," katanya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganja aceh

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top