Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penularan Virus Corona, Lebih 50 Juta Orang di Wuhan Dikarantina

Lebih dari 50 juta orang telah dikarantina di dalam dan sekitar Wuhan, Provinsi Hubei China, kota industri pusat, yang menjadi pusat terjadinya wabah virus corona.
Ambulans membawa seorang warga negara Jepang yang dievakuasi dari Wuhan dengan pesawat carteran, tiba di sebuah rumah sakit di Tokyo, Jepang, 30 Januari 2020. /Reuters
Ambulans membawa seorang warga negara Jepang yang dievakuasi dari Wuhan dengan pesawat carteran, tiba di sebuah rumah sakit di Tokyo, Jepang, 30 Januari 2020. /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Lebih dari 50 juta orang telah dikarantina di dalam dan sekitar Wuhan, Provinsi Hubei China, kota industri pusat, yang menjadi pusat terjadinya wabah virus corona.

Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus corona di China meningkat menjadi 170 orang dan lebih dari 1.700 infeksi baru dikonfirmasi.

Sebanyak 37 dari 38 kematian baru terjadi di Provinsi Hubei yang terpukul parah sebagai pusat penyebaran  virus coroa yang menyebabkan meningkatnya ketakutan secara global.

Korban tewas lainnya berada di Provinsi Sichuan barat daya, menurut Pemerintah Pusat China seperti ikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (30/1/2020).

Tibet juga melaporkan kasus pertamanya, menurut komisi itu. Sebanyak 38 kematian baru menandai lompatan satu hari terbesar saat pemerintah berupaya keras memproteksi puluhan juta orang di Hubei. Angka baru itu membuat jumlah total orang yang terinfeksi di Cjina menjadi lebih dari 7.700.

Komisi Kesehatan Hubei menyatakan bahwa kematian di provinsi itu meningkat sebanyak 37 orang hingga mencapai 162 sebagaimana tercatat  kemarin.

Ada 1.032 kasus lain yang terdeteksi di Hubei sehingga total menjadi 4.586, menurut laporan itu. Pemerintah asing telah menerbangkan warganya keluar dari daerah tersebut karena jumlah kematian terus melonjak.

Sedangkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menyuarakan "keprihatinan serius" tentang penyebaran orang-ke-orang di tiga negara lain seperti Jerman, Vietnam dan Jepang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper