Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Ketimpangan, Pemerintah Spanyol Naikkan Upah Minimum

Spanyol meningkatkan upah minimum bersih sebesar 5,5% yang berlaku surut per 1 Januari untuk memperbaiki ketimpangan (inequality).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  12:01 WIB
Seseorang mempeihatkan fotokopi tiket undian El Gordo, saat menghadiri undian lotre Spanyol tersebut. - Reuters
Seseorang mempeihatkan fotokopi tiket undian El Gordo, saat menghadiri undian lotre Spanyol tersebut. - Reuters

Bisnis.com, PEKANBARU—Pemerintah Spanyol mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 5,5% yang berlaku surut per 1 Januari untuk memperbaiki ketimpangan (inequality).

Hal itu merupakan salah satu dari tiga inisiatif koalisi sayap kiri yang memenangkan kursi pemerintahan Spanyol pada bulan ini.

Yolanda Diaz, Menteri Ketenagakerjaan Spanyol, menyampaikan rencana kenaikan upah minimum tersebut setelah bertemu dengan perwakilan dengan pengusaha dan serikat pekerja.

“Saya ingin mengumumkan bahwa kami adalah pemerintah yang kuat, kami memegang mandat dari mayoritas masyarakat yang ingin kami bergerak maju,” katanya seperti dikutip Reuters, Kamis (23/1/2020).

Adapun, langkah pemerintah Spanyol itu merupakan bagian dari rencana meningkatkan upah minimum bersih menjadi 60% dari rata-rata upah perhari sebesar 1.944 euro atau US$2.154,92 setara dengan Rp29,09 juta (US$1=Rp13.500) selama masa jabatannya dalam 4 tahun ke depan.

Diaz mengatakan kenaikan upah minimum menjadi 1.108 euro per bulan hanyalah perangkat kecil untuk melawan ketimpangan. 

Kementerian Ketenagakerjaan Spanyol menyebut inisiasi pemerintah itu akan berdampak terhadap lebih dari 2 juta masyarakatnya. Selain menaikkan upah minimum, pemerintah juga akan meningkatkan tunjangan pensiun dan gaji pegawai negeri sipil.

PM Spanyol Pedro Sanchez sebelumnya menetapkan kenaikan 22% untuk upah minimum pada 2018 yang merupakan kenaikan tertinggi sejak 1977.

Kebijakan itu membalikkan posisi Spanyol yang sebelumnya negara dengan upah terendah di Benua Biru menjadi salah satu negara dengan upah tertinggi.

Sayangnya, para pengusaha tampak tidak senang dengan pengumuman yang justru disambut baik oleh serikat pekerja tersebut.

Bank BBVA di Bilbao, Spanyol, menilai kenaikan upah minimum itu berdampak terbatas di saat ketersediaan lapangan kerja yang sedikit. Kenaikan upah itu pun dinilai berpotensi meningkatkan cost terhadap 45.000 pekerjaan di wilayah Spanyol yang kurang maju seperti di Andalusia dan Kepulauan Kanari.

Di sisi lain, pemerintah dan serikat pekerja menyebut kenaikan upah tersebut tidak akan merugikan perusahaan yang memberikan pekerjaan.

“Upah minimum ini tidak akan menghancurkan pemberi pekerjaan di Spanyol. Kenaikan ini akan berkontribusi untuk memperbanyak lapangan kerja,” kata Unai Sordo, salah seorang Ketua Serikat Pekerja CCOO.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spanyol ketimpangan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top