Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Militer Korsel Depak Tentara Transgender

Militer Korea Selatan memutuskan untuk mengeluarkan seorang tentara yang menjalani operasi transgender.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  19:35 WIB
Anggota pasukan khusus Korea Selatan dan AS mengambil bagian dalam latihan militer gabungan di pangkalan Angkatan Udara Gunsan, Korea Selatan, 12 November 2019. - REUTERS
Anggota pasukan khusus Korea Selatan dan AS mengambil bagian dalam latihan militer gabungan di pangkalan Angkatan Udara Gunsan, Korea Selatan, 12 November 2019. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA—Angkatan Militer Korea Selatan pada hari ini, Rabu (22/1/2020), memutuskan untuk mengeluarkan seorang tentara yang menjalani operasi transgender.

Tentara yang memegang pangkat sersan dan bertugas di Provinsi Gyeonggi, Seoul Utara, melakukan operasi transgender tersebut di luar negeri pada tahun lalu ketika dia menjalani cuti. Kendati melakukan operasi ganti kelamin, tentara yang tidak disebutkan namanya tersebut menyatakan harapannya untuk lanjut melayani korps wanita di Angkatan Militer Korea Selatan.

Angkatan Militer Korea Selatan menegaskan pihaknya akan melindungi hak tentaranya dan mencegah adanya diskriminasi, tetapi operasi tersebut membuat tentara transgender tersebut tidak mampu melanjutkan pelayanannya.

Berdasarkan laporan Reuters, salah satu perwira militer yang memilih anonim menilai seharusnya perwira transgender tersebut bisa mendaftar kembali untuk bertugas di korps wanita. Tentunya, setelah menyelesaikan proses hukum untuk mendaftarkan identitas resmi sebagai wanita.

Sebuah organisasi hak asasi manusia dan lembaga pengawasan hak asasi manusia di Korea Selatan telah mengajukan petisi untuk mendesak angkatan militer di Negeri Gingseng tersebut untuk menunda keputusannya sampai keputusan dicapai dalam proses pengadilan.

Namun, militer Korea Selatan mengatakan bahwa proses hukum tidak relevan dengan keputusan personilnya. Kasus ini memicu debat terkait dengan perlakuan terhadap tentara transgender di komunitas LGBT di negara ini yang mengharuskan wajib militer bagi kaum laki-laki selama dua tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan LGBT

Sumber : Reuters

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top