Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Mulai Batasi Plastik Sekali Pakai

China akan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai mereka dalam upaya menangkis lonjakan jumlah sampah, yang telah menjadi krisis lingkungan paling mendesak di dunia.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  17:35 WIB
Kantong plastik - Ilustrasi/pranaindonesia.wordpress.com
Kantong plastik - Ilustrasi/pranaindonesia.wordpress.com

Bisnis.com, BANDUNG – China akan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai mereka dalam upaya menangkis lonjakan jumlah sampah, yang telah menjadi krisis lingkungan paling mendesak di dunia.

Menurut rencana yang dikeluarkan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, kantong plastik yang tak bisa diuraikan (non-degradable) akan dilarang di beberapa tempat seperti supermarket dan mal di kota-kota besar, juga untuk layanan pengiriman makanan.

“China tengah mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain [dalam mengatasi sampah plastik],” kata Leiliang Zheng, analis di BloombergNEF, dikutip pada Senin (20/1/2020).

Penggunaan plastik di China telah meningkat karena belanja online dan aplikasi pengiriman makanan, yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan di daerah pedesaan.

Alibaba Group Holding Ltd., yang menyelenggarakan maraton belanja 24 jam setiap tahun, telah dikritik karena mengirim 1 miliar paket dalam satu hari.

Menurut Zheng, kebijakan baru dapat meningkatkan biaya untuk platform e-commerce yang perlu menyesuaikan strategi pengemasan mereka. Dia menambahkan bahwa alternatif untuk plastik seperti bahan biodegradable atau plastik daur ulang masih lebih mahal.

Saat peraturan China kemungkinan akan memperlambat aliran penggunaan plastik dan meningkatkan tingkat daur ulang negara itu, Badan Energi Internasional mengatakan inisiatif itu bisa berdampak negatif bagi industri minyak, yang memperkirakan plastik dan petrokimia mendominasi setengah dari permintaan jangka panjang mereka hingga 2050.

NEGARA LAIN

Eropa adalah pemimpin dalam mengatasi krisis plastik dan sudah mengeluarkan undang-undang yang melarang penggunaan barang-barang plastik sekali pakai pada 2019, serta banyak negara di Afrika dan Asia Tenggara juga mengatasi persoalan tersebut.

PBB dalam sebuah laporan menemukan, sekitar 300 juta ton limbah plastik dihasilkan setiap tahun, serta 60% dari jumlah tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari lingkungan.

Menurut laporan BloombergNEF, peraturan tentang plastik sekali pakai sedang meningkat secara global. Prancis melarang penggunaan piring plastik, gelas, dan cotton bud mulai 1 Januari dengan tujuan menghapus semuanya pada 2040.

Thailand dan Selandia Baru telah membatasi atau melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Larangan Indonesia mulai berlaku Juni ini.

Banyak negara di Afrika telah menerapkan batasan pembuatan plastik atau berupaya membatasi konsumsi bahan melalui sejumlah pungutan. Meski demikian, menurut Zheng dari BNEF, India menunda pemberlakuan larangan penggunaan plastik sekali pakai tahun lalu karena khawatir kebijakan itu akan memicu perlambatan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china plastik Sampah Plastik
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top