Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Malaysia Airline Tunda Penerimaan Kiriman Boeing 737 Max

Malaysia Airlines menunda pengambilan kiriman 25 unit pesawat jet 737 MAX dari Boeing Co. Perseroan menyebut pesawat-pesawat itu terlambat kembali dari tempat servis setelah dikandangkan pada 2019
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  14:17 WIB
Malaysia Airlines - wikipedia
Malaysia Airlines - wikipedia

Bisnis.com, PEKANBARU—Malaysia Airlines menunda pengambilan kiriman 25 unit pesawat jet 737 MAX dari Boeing Co. Perseroan menyebut pesawat-pesawat itu terlambat kembali dari tempat servis setelah dikandangkan pada 2019.

Hal itu pun menjadi pukulan baru bagi Boeing yang mencatatkan kinerja terburuknya pada tahun lalu. Adapun, permintaan annual net orders milik Boeing pada 2019 menjadi yang terburuk selama sedekade diikuti dengan pengiriman pesawat terendah sejak 11 tahun terakhir.

Larangan terbang unit 737 MAX menyusul dua kecelakaan naas pada 2019 pun menjadikan produsen pesawat terbang asal AS ini kalah dari kompetitornya Airbus SE.

“Mengingat penghentian produksi 737 MAX dan keterlambatan [pesawat] kembali ke pusat layanan (service), Malaysia Airlines telah menangguhkan pengiriman pesanannya,” tulis Malaysia Airlines seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2020).

Awalnya, Malaysia Airlines akan menerima kiriman pesanan unit 737 MAX pertamanya  pada Juli 2020. Namun, Direktur Utama Malaysia Airlines sempat menyebut mungkin bakal terjadi keterlambatan pengiriman karena pesawat itu harus diservis terlebih dahulu.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Malaysia Airlines belum merespons seberapa banyak dari 25 pesawat yang dipesannya yang akan dikirimkan tahun ini.

Analis pun menilai, Malaysia Airlines yang masih terlilit utang dan terlalu banyak memesan 737 MAX dapat memanfaatkan momentum larangan terbang pesawat ini untuk menegosiasikan kembali pesanannya dengan Boeing.

Pasalnya, perseroan masih kesulitan darah kas setelah tragedi yang terjadi pada 2014, ketika penerbangan MH370 menghilang sampai sekarang dan penerbangan MH17 tertembak jatuh di ujung timur Ukraina.

Sebelumnya, Virgin Australia Holdings Ltd. Juga telah menunda pengiriman pertama unit 737 MAX yang dipesannya selama 2 tahun ke depan untuk menahan pengeluaran.

Begitu pula Norwegian Air Shuttle ASA menyampaikan telah sepakat dengan Boeing untuk menunda pengiriman 14 unit 737 MAX yang harusnya diterima pada 2020 dan 2021.

Pada Selasa (14/1/2020), Boeing melaporkan ada pengurangan sebanyak 183 pesanan untuk 737 MAX pada 2019 yang di dalamnya termasuk pesanan yang ditangguhkan. Di sisi lain, penyebab berkurangnya pesanan itu disebut juga berasal dari bangkrutnya Jet Airways Ltd. di India.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing 737 malaysia airlines
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top