Maju Pilkada Gunungkidul, Ipar Jokowi tak Diperlakukan Khusus

DPD Partai Nasdem Gunungkidul memastikan tidak akan memberikan perlakukan khusus kepada bakal calon (balon) Bupati Gunungkidul Wahyu Purwanto yang juga adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sunartono
Sunartono - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  20:24 WIB
Maju Pilkada Gunungkidul, Ipar Jokowi tak Diperlakukan Khusus
Ilustrasi Pilkada

Bisnis.com, JOGJA - DPD Partai Nasdem Gunungkidul memastikan tidak akan memberikan perlakukan khusus kepada bakal calon (balon) Bupati Gunungkidul Wahyu Purwanto yang juga adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPD Partai Nasdem Gunungkidul Suparjo mengakui nama Wahyu Purwanto yang tak lain adalah adik ipar Jokowi telah diajukan ke DPP Partai Nasdem untuk mendapatkan rekomendasi bersama pasangan wakilnya Bahron Rasyid. Selain dua nama itu, pihaknya juga mengajukan empat pasangan balon lainnya untuk bersaing mendapatkan restu dari DPP Nasdem.

Anggota DPRD DIY ini menegaskan meski masih ada hubungan kerabat dengan presiden namun Nasdem akan memilih secara profesional dan belum tentu mendapatkan prioritas. “Enggak, enggak begitu [ipar Jokowi diprioritaskan], Nasdem akan menentukan itu terpilih sebagai bakal calon atau tidak berdasarkan survei elektabilitas dan kapabilitas, bukan karena saudara A,B,C, D [pejabat] tidak,” ungkapnya, Selasa (14/1/2020).

Suparja mengatakan Wahyu Purwanto merupakan adik ipar dari Presiden Jokowi, dari rekam jejak yang ia perhatian pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gunungkidul.  “Adik ipar Jokowi pas [usianya di bawah Jokowi], rekam jejaknya, ya pernah jadi Rektor UGK [Universitas Gunungkidul],” ucapnya.

Tetapi, Suparja mengakui Wahyu Purwanto yang berpasangan dengan Bahron memiliki elektabilitas yang cukup tinggi di Gunungkidul. Selain itu visi misi yang disampaikan saat penjaringan juga dinilai paling sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menangani persoalan di Gunungkidul. Nilai lebih lainnya, Wahyu – Baron termasuk paling sering terjun ke masyarakat seperti halnya Mayor Sunaryanta.

“Kalau dari peringkatnya yang jelas Wahyu dan Bahron ini punya visi misi yang cocok sesuai kondisi alam Gunungkidul saat ini. Sehingga kami menunggu keputusan DPP siapa yang mau diangkat, tetapi DPP akan mempertimbangkan siapa yang mempunyai elektibilitas dan kapabilitas melalui lembaga survei. Hasil surveinya yang aktif dua, Wahyu - Bahron dan kandidat Mayor Sunaryanto, dua kandidat paling tinggi,” katanya.

Terkait Bahron yang saat ini menjadi Kepala Disdikpora Gunungkidul, pihaknya melakukan komunikasi dan memastikan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Nasdem akan segera mengajukan pengunduran diri sebagai PNS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunungkidul, Pilkada Serentak

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top