Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korban Pesawat di Iran, Dari yang Baru Menikah, Pianis, sampai Sepasang Profesor

Tragedi pesawat Ukraine Airlines masih memendam duka yang mendalam. Ada tiga pasang suami istri yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. Bahkan, dua pasangan lainnya benar-benar baru menikah
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  17:07 WIB
Kerabat anggota awak pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Mereka berkabung di Bandara Internasional Boryspil. - Reuters
Kerabat anggota awak pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Mereka berkabung di Bandara Internasional Boryspil. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pesawat Ukraine Airlines yang jatuh pada Rabu (08/01/2020) meninggal duka mendalam. Beberapa diantaranya, dua pasangan suami-istri yang baru saja menikah dan sepasang suami-istri berstatus profesor.

Ukraine Airlines jatuh di Teheran, Iran, menewaskan sekitar 176 jiwa. Kabarnya, kecelakaan itu jatuh karena kesalahan teknis, tetapi beberapa negara meminta investigasi lebih lanjut.

Presiden Iranian Heritage Society of Edmonton Reza Akbari mengatakan sepasang suami istri Arash Pourzarabi dan Pouneh Gourji yang merupakan mahasiswa pascasarjana ilmu komputer di Universitas Alberta ikut menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut.

"Mereka pergi ke Iran untuk pesta pernikahannya. Ya Tuhan, aku tidak bisa percaya ini," ujarnya seperti dikutip dari Antara pada Kamis (09/01/2020).

Pasangan itu berada di pesawat Ukraine Airlines bersama empat tamu pesta pernikahannya nanti dan 4 orang Iran-Kanada lainnya dari Edmonton. Padahal, pasangan itu baru saja meresmikan pernikahannya pada tiga hari lalu.

Pasangan lainnya yang ikut menjadi korban pesawat itu adalah Ghafouri Azar dan Sara Mamani. Mereka berdua baru saja menikah di Iran. Konon, pasangan itu baru saja membeli rumah di pinggiran Montreal.

Di luar kedua pasangan suami-istri itu, ada juga seorang pianis berbakat yang menjadi korban pesawat tersebut. Pianis itu adalah Alvand Sadeghi berumur 30 tahun yang sempat menunjukkan bakatnya pada pernikahannya tahun 2018.

Sebenarnya, Sadeghi telah pindah ke Toronto sejak April 2019 untuk tinggal bersama istrinya.

Namun, Sadeghi bersama istri, putri, dan saudara perempuannya malah ikut jadi korban di pesawat Ukraine Airlines tersebut.

Kecelakaan Terbesar yang Dialami Warga Kanada Sejak 1985

Kecelakaan pesawat Ukraine Airlines itu disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah warga Kanada.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan ada 138 orang di pesawat yang akan melanjutkan penerbangan ke Kanada. Dirinya berharap mendapatkan peran untuk melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut.

"Ada banyak kemungkinan, dan ada begitu banyak kehidupan di depan para korban," ujarnya.

Bencana kecelakaan pesawat itu mencatatkan korban jiwa terbesar di antara warga Kanada sejak penerbangan Air India yang meledak pada 1985. Kala itu, pesawat yang meledak di atas Samudra Atlantik menewaskan 268 warga Kanada.

Adapun, rute pesawat Ukraine Airlines itu adalah rute transit populer bagi warga Kanada yang ingin ke Iran. Pasalnya, tidak ada lagi penerbangan langsung setelah Kanada memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 2012.

Dua Profesor Ikut Menjadi Korban

Tak hanya pasangan suami istri dan pianis berbakat, dua profesor Universitas Alberta juga turut menjadi korban.

Presiden Universitas Alberta David Turpin mengatakan ada 10 warga kampusnya yang menjadi korban. Dua diantaranya adalah profesor.

"Ada Prof. Mojgan Daneshmand dan Prof. Pedram Mousavi yang merupakan suami istri," ujarnya.

Mojgan Daneshmand adalah profesor teknik elektro di Univestias Alberta. Dia adalah seorang wanita yang dinilai sangat brilian dan cerdas.

Selain itu, ada suaminya Pedram Mousavi yang juga seorang profesor teknik mesin di perguruan tinggi yang sama.

Pasangan profesor itu meninggal dalam kecelakaan itu bersama kedua anak perempuannya yang masih berumur 14 dan 10 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan pesawat
Editor : Surya Rianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top