Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

15 Tahun Tsunami, Tidak Sedikit Anak Aceh Jadi Hebat

Setelah 15 tahun tidak sedikit anak-anak pejuang tsunami kini telah meniti masa depan mereka masing-masing dengan penuh harapan dan semangat. Bahkan, salah satu anak SOS Childrens Village Banda Aceh, Monalisa mampu membuktikan dirinya berhasil masuk ke SMA Favorit hingga menjadi perwakilan remaja dalam menyampaikan suara anak-anak Indonesia di kancah internasional.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  20:48 WIB
Sejumlah warga berdoa dan berzikir bersama saat memperingati 14 tahun bencana gempa dan tsunami di dalam Masjid Baitil Atiq Desa padang Seurahet, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (26/12/2018). - ANTARA/Syifa Yulinnas
Sejumlah warga berdoa dan berzikir bersama saat memperingati 14 tahun bencana gempa dan tsunami di dalam Masjid Baitil Atiq Desa padang Seurahet, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (26/12/2018). - ANTARA/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA – Lima belas tahun lalu, pilu merundung Aceh. Bencana tsunami yang menelan korban lebih dari 170.000 jiwa menyebabkan ribuan anak terpisah dari keluarga mereka. Mereka kehilangan pengasuhan, kehidupan, dan bahkan sarana pendidikan juga ikut tersapu dahsyatnya gelombang.

Namun, harapan tidak sirna. Berbagai cara pemulihan dilakukan oleh banyak pihak, agar anak-anak Aceh terus berjuang untuk bangkit dari masa lalu agar dapat menata masa depan yang cerah.

Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia mengatakan sebagai lembaga non pemerintah, pihaknya fokus membantu anak-anak dan keluarga Aceh agar mereka mendapatkan pengasuhan yang berbasis keluarga.

Menurutnya, SOS Children’s Villages selalu bekerja untuk jangka panjang.  Setahun pasca bencana, dua desa anak didirikan di Lamreung - Aceh Besar (Banda Aceh) dan Meulaboh – Aceh Barat yang menjadi rumah bagi 250 anak. Pada 2005 telah terbangun 3 desa untuk mengasuh 450 anak yang kehilangan orangtua.

“Kami juga mendirikan 525 rumah untuk keluarga yang kehilangan tempat tinggal, juga membangun 3 sekolah yang menampung 1000 siswa, hingga lebih dalam lagi membantu masyarakat dan komunitas yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.

Setelah 15 tahun tidak sedikit anak-anak pejuang tsunami kini telah meniti masa depan mereka masing-masing dengan penuh harapan dan semangat. Bahkan, salah satu anak SOS Children’s Village Banda Aceh, Monalisa mampu membuktikan dirinya berhasil masuk ke SMA Favorit hingga menjadi perwakilan remaja dalam menyampaikan suara anak-anak Indonesia di kancah internasional.

Saat ini, Monalisa dan remaja lainnya yang sedang menuju #AnakAcehHebat juga berjuang membantu adik-adiknya yang masih mengejar mimpi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tsunami aceh
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top