Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bertemu Ratusan Pemuka Agama Buddha, Menag Ingatkan Pentingnya Jaga Perdamaian

Menteri Agama Fachrul Razi bertemu dengan ratusan pemuka agama Buddha di kantornya, Rabu (18/12/2019). Dalam pertemuan itu Menag mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  11:59 WIB
Bertemu Ratusan Pemuka Agama Buddha, Menag Ingatkan Pentingnya Jaga Perdamaian
Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi - Kemenag.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi bertemu dengan ratusan pemuka agama Buddha di kantornya, Rabu (18/12/2019). Dalam pertemuan itu Menag mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.

Ratusan pemuka agama Buddha menghadiri silaturahmi bersama Menteri Agama sekaligus Evaluasi Pelaksanaan Program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.

“Kedamaian ini juga sangat besar sekali dampaknya. Bukan saja bagi pembangunan kehidupan agama saja, tetapi juga terhadap pembangunan ekonomi sebuah bangsa,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Silaturahmi bersama Menteri Agama ini dihadiri sekitar 200 pemuka agama Buddha. Hadir pula Dirjen Bimas Buddha Caliadi, Biku Sangha, Ketua WALUBI Hartati Murdaya, dan Ketua Permabudhi Arief Harsono.

Dalam sambutannya, Menag bercerita tentang kunjungannya ke Uni Emirat Arab bersama sejumlah negara maju. Dalam satu sesi Menag sempat bertanya tentang infrastruktur mewah yang dibangun oleh negara Arab. Mereka meyakini tak akan ada yang berkunjung ke negara yang tidak aman.

Menag menyebut bahwa kedamaian menjadi salah satu syarat agar sebuah negara dan bangsa dapat bergerak maju. “Damai itu sangat perlu dibutuhkan bukan hanya dalam kaitan pembangunan agama tapi juga dan kaitan pembangunan ekonomi bangsa kita,” terangnya.

Menag mengapresiasi kehidupan antarumat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik. Hal ini menurutnya tak lepas dari ajaran semua agama yang selalu menekankan bukan hanya pada hubungan vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga jalinan hubungan horisontal antarmanusia.

“Saya kira, semua agama memiliki tujuan yang sama, yaitu memperbaiki akhlak. Dalam Islam, Rasulullah itu diturunkan untuk memperbaiki akhlak. Dan ini ujungnya tentu kedamaian,” tuturnya.

“Dan tadi saya mendengar, dibacakan dalam Dhammapada, umat Buddha diajarkan bahwa pertengkaran membawa petaka. Jadi, kala masih kita bertengkar saja, kapan majunya bangsa ini,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag budha buddha
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top