Satu Anggota Satgas Tinombala Gugur, Jenazah Dimakamkan di Pandeglang

Bharatu Saiful meninggal diserang orang yang diduga anggota teroris Poso pimpinan Ali Kalora.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Desember 2019  |  12:56 WIB
Satu Anggota Satgas Tinombala Gugur, Jenazah Dimakamkan di Pandeglang
Prajurit melakukan penjagaan saat Operasi Tinombala 2016 di Posko Operasi Tinombala 2016 Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi tengah, Selasa (16/8/2016). - Antara

Bisnis.com, PALU - Bharatu Saiful meninggal diserang orang yang diduga anggota teroris Poso pimpinan Ali Kalora.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah Bharatu Saiful, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu sekitar pukul 00.30 WITA.

Jenazah dibawa menggunakan ambulans pihak kepolisian dari Kabupaten Parigi Moutong.

Terlihat pula keluarga dan sejumlah rekan anggota kepolisian mengantarkan jenazah hingga ke Ruang Forensik RS Bhayangkara Palu.

Kapolda Sulteng Irjen Lukman Wahyu Hariyanto menjelaskan bahwa Sabtu pagi ini pihaknya melaksanakan upacara pelepasan jenazah almarhum Bharatu Saiful itu.

Rencananya, almarhum Bharatu Saiful akan dimakamkan di kampung halamannya di Pandeglang, Provinsi Banten.

''Rencana pagi ini akan dimakamkan di Banten, di Pandeglang kampung halamannya,'' ujar Kapolda Sulteng.

Bharatu Saiful meninggal setelah menjadi korban insiden penyerangan di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Moutong, usai melaksanakan Salat Jumat (13/12) di wilayah itu.

Pihak kepolisian memastikan bahwa pihak yang melakukan penyerangan tersebut adalah kelompok terduga teroris pimpinan Ali Kalora.

Bharatu Saiful adalah anggota Satuan Brimob Polda Sulteng. Almarhum meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher belakang (pundak) dan perut.

''Bagian sini (sambil menunjuk pundak) dan satu di perut,'' ujar Kapolda Sulteng Irjen Lukman Wahyu Hariyanto, saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sabtu dini hari.

Kapolda Sulteng memastikan bahwa pelaku insiden serangan tersebut merupakan kelompok sipil bersenjata yang selama ini diburu oleh pihak kepolisian, yakni dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Menurut Lukman, pada saat kejadian, sempat terjadi baku tembak antara aparat dari Satuan Tugas Tinombala dan sejumlah terduga teroris itu. Jarak antara pos dan masjid yang relatif jauh membuat kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

''Jaraknya antara masjid itu kurang 400 meter yah, akhirnya anggota juga baku tembak, diberondong mereka lari. Pasti Ali Kalora,'' ujar Lukman.

Setelah insiden penyerangan terduga teroris itu, aparat kepolisian memperkuat tim di lokasi kejadian.

"Mohon doanya, saya juga sedih. Semoga husnul khotimah,'' ujar Kapolda Sulteng itu.

Operasi Tinombala yang melibatkan personel Polri dan TNI hingga saat ini terus melakukan kegiatan untuk mengejar sisa-sisa pelaku teror anggota MIT.

"Masih ada sembilan orang DPO pelaku teror yang sedang dikejar Tim Operasi Tinombala," kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Operasi Tinombala

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top