Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Massa FPI dan PA 212 Desak Bareskrim Tangkap Gus Muwafiq, Sukmawati, dan Ade Armando

Front Pembela Islam dan PA 212 mendesak Bareskrim Polri untuk menangkap dan menahan Sukmawati Soekarnoputri, Gus Muwafiq, dan dosen Universitas Indonesia Ade Armando.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  16:29 WIB
Pendakwah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq - wikipedia
Pendakwah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Front Pembela Islam dan PA 212 mendesak Bareskrim Polri untuk menangkap dan menahan Sukmawati Soekarnoputri, Gus Muwafiq, dan dosen Universitas Indonesia Ade Armando.

Desakan itu dilakukan oleh ratusan anggota FPI dan PA 212 dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri Jakarta Selatan. Salah satu orator menyebutkan pihaknya akan terus menggelar aksi hingga ketiga nama itu ditangkap.

"Kami datang ke Mabes Polri untuk mendorong Anda agar menjalankan amanah undang-undang dan menegakkan hukum," tutur sang orator, Jumat (13/12/2019).

Selain itu, massa aksi dari FPI dan PA 212 juga mendesak agar Ade Armando, Gus Muwaffiq dan Sukmawati Soekarnoputeri meminta maaf kepada umat Muslim, karena diduga telah melakukan penistaan agama.

"Mereka harus meminta maaf kepada masyarakat dan umat Islam," kata sang orator.

Sebelumnya, Persatuan Alumni atau PA 212 dan Front Pembela Islam (FPI) menyatakan akan menggelar demonstrasi di depan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, siang hari ini, Jumat (13/12/2019).

"Benar kami akan menggelar demo siang ini," kata Ketua Media Center Persatuan Alumni 212 Novel Bamukmin saat dihubungi Jumat (13/12/2019).

Sukmawati dituduh melakukan penistaan terhadap agama akibat ucapannya dalam diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme, dan Berantas Terorisme' pada November 2019.

Ujaran yang dianggap menodai agama itu saat Sukmawati bertanya dan membandingkan soal siapa sosok yang paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia di antara Nabi Muhammad dan Presiden Soekarno.

Sedangkan Gus Muwafiq diduga melakukan penistaan agama saat berceramah dan mengisahkan tentang kelahiran Nabi Muhammad dan kehidupannya di masa kecil. Ia menyebut Nabi lahir biasa saja. Jika terlihat bersinar maka ketahuan oleh bala tentara Abrahah. Muwafiq dalam ceramahnya juga menyebut Nabi saat kecil rembes, karena ikut kakeknya.

Gus Muwafiq sudah memberikan klarifikasi lewat video yang tersebar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Facebook Ketua PBNU Robikin Emhas, Gus Muwafiq menyatakan permohonan maaf atas kontroversi ceramahnya tersebut.

 "Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi penistaan agama
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top