Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2020, Indonesia Komitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca 26 Persen

Upaya Indonesia dalam pencapaian National Determined Contribution (NDC) didukung Pemerintah Inggris.
Desynta Nuraini
Desynta Nuraini - Bisnis.com 07 Desember 2019  |  12:23 WIB
Gas rumah kaca. - Ilustrasi
Gas rumah kaca. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya Indonesia dalam pencapaian National Determined Contribution (NDC) didukung Pemerintah Inggris.

Adapun Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen (dengan usaha sendiri) dan sebesar 41 persen (jika mendapat bantuan internasional) pada 2020. 

"Saya atas nama Pemerintah Inggris sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam merestorasi dan merehabilitasi gambut serta upaya untuk mencapai pengelolaan sawit berkelanjutan dalam rangka penurunan emisi dari sektor lahan," ujar Calon Presiden UNFCCC COP-26 Claire O’Neill Perry dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, dikutip dari siaran pers, Sabtu (7/12/2019).

Inggris akan menjadi tuan rumah COP-26 yang akan digelar di Glasgow pada 2020.

Sebagai Presiden COP-26, Inggris akan menggelar acara Pre-COP dan mengundang negara-negara yang memiliki ambisi besar dalam menurunkan emisi, termasuk Indonesia.

Calon Presiden UNFCCC COP-26 Claire O’Neill Perry dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri LHK Alue Dohong di COP-25, Madrid, Spanyol./Dok.KLHK

Terkait dengan undangan tersebut, Wamen LHK Alue Dohong menyatakan bahwa Indonesia bersedia hadir di Pre-COP tersebut sekaligus untuk menunjukkan capaian Indonesia dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Dalam pertemuan bilateral ini, Inggris menawarkan bantuan teknis dan finansial ke Indonesia untuk merestorasi gambut dan melakukan transisi energi dari penggunaan batubara ke energi baru dan terbarukan.

Alue menyebut gambut menjadi faktor penting dalam upaya pencapaian serta peningkatan NDC Indonesia.

Dia yakin negara-negara berkembang akan dapat mencapai NDC-nya, terutama jika mendapatkan bantuan dari negara-negara maju.

Saat ini Indonesia telah membentuk International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai bagian dari kerja sama Selatan-Selatan.

 Indonesia mengundang Inggris untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung keberadaan ITPC tersebut. Indonesia juga telah membentuk Pusat Mangrove Dunia sebagai upaya untuk meningkatkan penurunan emisi dari lahan.
 
Terkait dengan penurunan emisi di bidang energi, Pemerintah Inggris menawarkan bantuan untuk proses transisi Indonesia dari batu bara ke energi baru dan terbarukan.

Inggris menyatakan bahwa proses transisi yang dilakukan oleh negaranya menuju zero-coal energy generation merupakan proses yang sangat berat.

Berkaca dari pengalaman Jerman, Claire O’Neill yang juga mantan menteri energi, menyatakan bahwa proses-proses transisi energi menuju energi bersih pada umumnya memerlukan proses yang panjang dan berliku. Namun, Inggris ingin menularkan pengalamannya, dan juga pengalaman negara lain di Eropa ke Indonesia.

Alue menyambut baik tawaran Inggris dan menyatakan siap untuk bekerja sama dalam melakukan transisi tersebut.

Untuk COP-25 yang saat ini berlangsung, Alue meminta agar Inggris berjuang bersama agar Article 6 bisa selesai, karena kalau tidak akan menganggu pelaksanaan dan capaian NDC masing-masing negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris perubahan iklim emisi gas rumah kaca
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top