Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesepakatan Brexit dapat Atasi Hambatan Investasi Inggris

Pandangan CBI, yang menyertai prakiraan ekonomi terbaru mereka, dapat mendorong kampanye pemilihan Perdana Menteri Boris Johnson, yang berfokus pada ambisi untuk menyelesaikan Brexit.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  12:36 WIB
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019. - Reuters/ Kenzo Tribouillard
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019. - Reuters/ Kenzo Tribouillard

Bisnis.com, JAKARTA - Konfederasi Industri Inggris (CBI) mengatakan meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan dagang yang ambisius membantu membuka investasi Inggris dan mengarah pada peningkatan bertahap dalam pertumbuhan.

Pandangan CBI, yang menyertai prakiraan ekonomi terbaru mereka, dapat mendorong kampanye pemilihan Perdana Menteri Boris Johnson, yang berfokus pada ambisi untuk menyelesaikan Brexit.

Perdana menteri berkampanye agar Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa awal tahun 2020 dan menandatangani perjanjian perdagangan sebelum masa transisi berakhir pada akhir tahun yang sama. Beberapa ekonom menilai target ini mungkin terlalu ambisius.

Kepala Ekonom CBI Rain Newton-Smith mengatakan pemerintah berikutnya, yang terpilih dalam pemilu mendatang, jelas akan membutuhkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Uni Eropa.

"Ini akan menjadi tahapan yang panjang. Tidak bisa dilakukan begitu saja. Meski demikian, jika pengsaha melihat ada kepastian dengan Uni Eropa pada prospek bisnis ke depan, tanpa perlu khawatir dengan Brexit, investasi akan dibuka," katanya, dikutip melalui Bloomberg, Senin (2/12/2019).

Dalam prospek terbarunya, grup bisnis ini memperkirakan tingkat pertumbuhan moderat 1,3% untuk 2019 dan 1,2% pada 2020, sebelum naik menjadi 1,8% pada 2021 karena tantangan global dan ketidakpastian Brexit berkurang.

Perkiraan didasarkan pada kemungkinan Brexit dan perjanjian transisi disepakati pada 31 Januari 2020, dengan prospek yang jelas untuk kesepakatan ambisius pada semua sektor yang akan memberikan perdagangan bebas tarif dan penyelarasan aturan.

CBI mengatakan momentum dalam ekonomi saat ini sedikit teredam dan menggarisbawahi bahwa perkiraannya didasari dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Di bawah skenario kekacauan Brexit lebih lanjut, CBI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 1% dan 1,6% masing-masing untuk tahun 2020 dan 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top