Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKN Temukan Pendaftar Abal-abal Tes CPNS 2019

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat baru 10,6 persen pemilik akun di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional yang sudah menyelesaikan seluruh langkah pendaftaran. Badan tersebut juga menemukan pendaftar abal-abal di situs SSCN.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 November 2019  |  11:14 WIB
BKN Temukan Pendaftar Abal-abal Tes CPNS 2019
Gedung Badan Kepegawaian Negara - asn.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat baru 10,6 persen pemilik akun di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional yang sudah menyelesaikan seluruh langkah pendaftaran. Badan tersebut juga menemukan pendaftar abal-abal di situs SSCN.

BKN menyebut dari pendaftar yang mencapai 2,4 juta orang, baru 285.363 orang yang telah melakukan submit atau menentukan formasi dan instansi yang dipilih.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas BKN Paryono mengatakan kondisi ini diperkirakan karena masih banyak pelamar yang masih mencari informasi terkait pendaftaran.

“Kondisi itu diperkirakan terjadi karena banyak pelamar yang masih wait and see mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran,” katanya melalui situs Setkab dikutip Senin, (18/11/2019).

Padahal, hingga kini, dalam portal SSCN telah terunggah informasi lowongan CPNS 507 instansi Pemerintah dari total 524 instansi yang membuka rekrutmen. Selain itu, BKN juga mengimbau pelamar untuk hanya menginput data dan berkas yang sebenarnya dan disyaratkan instansi dalam field lamaran.

Dikhawatirkan, jika pelamar “main-main” dalam pengunggahan dokumen, pelamar kemudian lupa untuk mengganti dengan data yang sesungguhnya, sehingga data palsu/tidak benar yang justru tersimpan dalam database SSCN ataupun yang tercetak.

“Data Center SSCN merilis informasi mulai maraknya pemakaian NIP dan KK untuk pendaftar abal-abal alias tidak niat mendaftar terbukti dengan banyaknya unggahan foto dan dokumen yang tidak dipersyaratkan instansi,” terangnya.

Pengunggahan foto atau dokumen yang tidak disyaratkan tersebut dapat menjadi pintu masuk instansi menyatakan bahwa pelamar yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (TMS).

BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran hingga ‘submit’.

“Hal ini perlu dilakukan agar pelamar tidak terjebak dalam situasi hectic yang menyebabkan pelamar sulit mengakses portal SSCN karena saling menunda-nunda penyelesaian tahapan pelamaran” ujarnya.

BKN juga mengingatkan pelamar, agar berhati-hati menyebarluaskan NIK dan KK di internet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpns bkn
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top