Penasihat Ekonomi Gedung Putih: Kesepakatan 'Fase Satu' AS-China Menuju Tahap Akhir

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan perundingan mengenai kesepakatan perdagangan 'fase satu' antara Amerika Serikat (AS) dan China berjalan menuju tahap akhir.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 November 2019  |  10:21 WIB
Penasihat Ekonomi Gedung Putih: Kesepakatan 'Fase Satu' AS-China Menuju Tahap Akhir
Larry Kudlow - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan perundingan mengenai kesepakatan perdagangan 'fase satu' antara Amerika Serikat (AS) dan China berjalan menuju tahap akhir.

Dalam suatu kesempatan selepas acara di Dewan Hubungan Luar Negeri pada Kamis (14/11/2019) malam di Washington, Kudlow mengatakan kesepakatan antara kedua belah pihak hampir tercapai meskipun belum tuntas.

“Penasihat perdagangan utama Presiden Donald Trump bertemu pada Kamis malam untuk membahas perundingan dengan China,” tutur Kudlow, yang mengepalai Dewan Ekonomi Nasional, kepada awak media.

"Kami sedang berjalan menuju tahap akhir. Kami berkomunikasi dengan mereka setiap hari kini," tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Menurut sumber terkait, kedua belah pihak telah mengadakan konferensi video tingkat kerja dalam beberapa hari terakhir.

Diskusi mereka berfokus pada sejumlah isu mulai dari perincian dan jangka waktu pembelian barang pertanian AS oleh China seperti daging babi dan kedelai, hingga komitmen untuk mengurangi pencurian kekayaan intelektual.

Tuntutan AS agar China menguraikan bagaimana rencananya untuk mencapai impor pertanian senilai US$50 miliar per tahun telah menjadi salah satu tantangan utama diskusi mengenai tindakan apa yang akan diambil AS untuk mengurangi tarif sebagai kompensasi atas kesepakatan 'fase satu'.

Di sisi lain, pihak China telah menegaskan kembali sikapnya bahwa penghapusan tarif eksisting merupakan prasyarat untuk mencapai kesepakatan.

Kendati demikian, kedua belah pihak mensinyalkan keinginan untuk adanya perjanjian. China telah melanjutkan pembelian ekspor pertanian AS dengan signifikan sejak Trump pertama kali mengumumkan rencana untuk kesepakatan 'fase satu' pada 11 Oktober.

Pada Kamis (14/11), China kemudian mencabut larangan terhadap pengiriman unggas Amerika yang dimulai pada 2015, setelah Departemen Pertanian AS membuat keputusan serupa untuk memungkinkan pengiriman unggas China ke AS.

“Ini adalah kabar baik bagi petani Amerika maupun konsumen China,” tutur Robert Lighthizer, Perwakilan Dagang AS yang memimpin diskusi dengan China, dalam sebuah pernyataan setelah pencabutan larangan China diumumkan.

Pemerintah AS, ungkapnya, memperkirakan produsen Amerika akan dapat mengekspor unggas senilai lebih dari US$1 miliar ke China setiap tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top