Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mendagri Tito Karnavian : Penanganan Terorisme Perlu Kerja Sama Lintas Sektoral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pencegahan dan penanganan radikalisme maupun tindakan terorisme memerlukan kerja sama lintas sektoral. 
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 15 November 2019  |  19:10 WIB
Petugas Labfor melakukan identifikasi setelah terjadi aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di depan Mapolrestabes, Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/11/2019). - ANTARA/Irsan Mulyadi
Petugas Labfor melakukan identifikasi setelah terjadi aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di depan Mapolrestabes, Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/11/2019). - ANTARA/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pencegahan dan penanganan radikalisme maupun tindakan terorisme memerlukan kerja sama lintas sektoral. 

Menurut Tito radikalisme adalah ideologi yang memperbolehkan penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuan. Alhasil, kata dia, perlu upaya preventif.

"Kemudian upaya penegakan hukum dan lain-lain. Tapi ini memerlukan kegiatan lintas sektoral, bukan hanya Kepolisian atau BNPT, tapi melibatkan banyak sekali stakeholder," kata Tito dalam keterangan resmi, Jumat (15/11/2019).

Menurut Tito penanganan radikalisme juga diperlukan penindakan dengan berbagai kajian, termasuk persoalan global. 

"Kemudian, berikutnya lagi, bagaimana untuk penindakannya apakah perlu penegakan hukum yang keras, bagaimana menghadapi persoalan-persoalan yang dari luar negeri, dari daerah konflik, dan seterusnya," papar Tito.

Tito mengatakan di bawah  koordinasi langsung Wakil Presiden Ma'ruf Amin, beberapa pemangku kepentingan lintas kementerian dan lembaga akan bekerja sama dalam menangani dan melakukan kegiatan preventif radikalisme.

Secara rinci, kata Tito, Wapres Ma'ruf meminta masukan sekaligus berdiskusi soal pembentukan, pembuatan, desain besar strategi yang lebih komprehensif dalam menghadapi terorisme.

"Ini kemudian kita sepakat tetap BNPT sebagai sentra utama, tapi BNPT ini mengkoordinir harian dengan semua stakeholder, baik pemerintah maupun non pemerintah, tapi di bawah komando atau koordinasi langsung Wapres," ujar Tito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme radikalisme
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top