Nadiem Makarim Gugup, Baru Pertama Kali Rapat Kerja dengan DPR

Maaf kalau saya kaku karena ini pertama kali saya pertama kali ke gedung [Dewan Perwakilan Rakyat] ini. Saya masih gugup.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 November 2019  |  15:45 WIB
Nadiem Makarim Gugup, Baru Pertama Kali Rapat Kerja dengan DPR
Nadiem Makarim (keempat dari kiri) saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat memanggil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan rapat kerja perdana. Agenda pembahasan soal perkenalan dan membahas program kerja.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia berada di jajaran pemerintah.

“Maaf kalau saya kaku karena ini pertama kali saya pertama kali ke gedung [Dewan Perwakilan Rakyat] ini. Saya masih gugup,” katanya saat memaparkan program di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Nadiem menjelaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya menteri yang berasal dari generasi milenial. Oleh karena itu Nadiem mengatakan tidak akan mengecewakan generasinya.

“Mohon bantu saya belajar. Saya baru di pemerintahan. Saya minta Komisi X ajari saya jadi pemimpin yang baik. Kalau saya tidak bisa berkarya dan tidak bisa mencapai hal-hal yang dibutuhkan generasi berikutnya, itu jadi demotivasi generasi selanjutnya. Jadi mohon dukungannya,” papar Nadiem.

Saat mengurai program kerja, Nadiem kembali menegaskan bahwa dirinya tidak punya visi misi, adanya hanya visi misi Presiden yang diimplementasikan di Kemendikbud. 

Ada lima arahan Presiden untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Pertama adalah pendidikan karakter.

Selanjutnya yaitu deregulasi dan debirokratisasi. Artinya pemerintah akan memotong semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi.

Ketiga menciptakan lapangan kerja. Semua kegiatan pemerintah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendekatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru juga inovatif.

Terakhir Pemberdayaan teknologi. Teknologi akan diperkuat sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar demi mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk pembelajaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nadiem Makarim

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top