Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Warga Cilacap Diimbau agar Mewaspadai Bencana Hidrologi

Wilayah rawan banjir di Kabupaten Cilacap, antara lain Kecamatan Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu, Kroya, dan Nusawungu, sedangkan wilayah rawan longsor di antaranya Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, dan Jeruklegi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 November 2019  |  08:02 WIB
Warga Cilacap Diimbau agar Mewaspadai Bencana Hidrologi
Seorang warga melintasi halaman rumahnya yang tergenang banjir, menggunakan rakit yang terbuat dari pohon pisang, di Desa Mujur, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (9/12/2016). - Antara/Idhad Zakaria
Bagikan

Bisnis.com, CILACAP — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meminta supaya masyarakat setempat mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrologi karena saat ini telah memasuki musim hujan.

“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG [Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika], puncak musim hujan di Cilacap diprakirakan akan berlangsung pada bulan Desember—Januari sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrologi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy, Rabu (6/11/2019).

Di Kabupaten Cilacap terdapat 94 desa rawan bencana hidrologi yang terdiri atas 30 desa rawan banjir dan 64 desa rawan longsor.

Tri mengatakan bahwa wilayah yang rawan bencana hidrologi tersebut diketahui berdasarkan pengalaman atau kejadian tahun sebelumnya.

Wilayah rawan banjir di Kabupaten Cilacap, antara lain Kecamatan Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu, Kroya, dan Nusawungu, sedangkan wilayah rawan longsor di antaranya Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, dan Jeruklegi.

Terkait dengan hal itu, Tri mengimbau agar masyarakat memastikan saluran air bebas dari sumbatan sampah maupun benda lain yang dapat menghambat aliran saluran air.

"Warga yang bermukim di daerah bertebing atau perbukitan, kami imbau untuk mengecek kondisi tanah di sekelilingnya. Kalau ada rekahan-rekahan tanah akibat kekeringan, segeralah ditutup agar tidak kemasukan air hujan," katanya.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengimbau supaya masyarakat mewaspadai peningkatan curah hujan yang diperkirakan terjadi pada November.

"Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, wilayah Jawa Tengah secara umum akan memasuki musim hujan. Pada awal-awal bulan November, intensitas hujannya diprakirakan masih ringan hingga sedang, namun mulai pertengahan bulan diprakirakan mulai meningkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir BMKG cilacap

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top