Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

McDonald's Pecat CEO-nya Gara-gara Berhubungan Asmara dengan Karyawan

McDonald’s Corp. memecat Chief Executive Officer Steve Easterbrook karena memiliki hubungan asmara dengan salah seorang karyawan. Hal ini bertentangan dengan kebijakan perusahaan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 November 2019  |  07:01 WIB
Pengunjung berjalan keluar dari restoran cepat saji waralaba asal Amerika Serikat di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Zhuhai, Guangdong, China, Sabtu (15/12/2018). - ANTARA/Widodo S Jusuf
Pengunjung berjalan keluar dari restoran cepat saji waralaba asal Amerika Serikat di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Zhuhai, Guangdong, China, Sabtu (15/12/2018). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – McDonald’s Corp. memecat Chief Executive Officer Steve Easterbrook karena memiliki hubungan asmara dengan salah seorang karyawan. Hal ini bertentangan dengan kebijakan perusahaan.

Dengan kepergian Easterbrook, McDonald's kehilangan ahli strategi yang telah mendorong waralaba restoran terbesar di dunia ini ke dalam bisnis pengiriman dan pemesanan online.

Dewan direksi McDonald's memberikan keterangan pada hari Jumat (1/11/2019) untuk menghentikan Easterbrook setelah menyelidiki hubungan tersebut, menurut sebuah pernyataan pada hari Minggu (3/11/2019),  kebijakan McDonald tidak mengizinkan CEO untuk memiliki hubungan dengan siapa pun di perusahaan. Direksi kemudian mempromosikan Chris Kempczinski menjadi pengganti Easterbrook.

Menurut Wall Street Journal, Easterbrook mengirim email kepada karyawan pada hari Minggu (3/11/2019).

"Ini adalah kesalahan. Mengingat nilai-nilai perusahaan, saya setuju dengan dewan direksi bahwa inilah saatnya bagi saya untuk pergi," ungkap Easterbrook dalam e-mail tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Dengan hengkangnya Easterbrook, McDonald's kehilangan perancang dalam bisnis pemesanan dan pengiriman online, yang merupakan bagian dari upaya bisnis perusahaan dari ancaman pesaing lain seperti Burger King.

Untuk menekankan urgensi bisnis online, ia mengikat memacu kecepatan dan luasnya peluncuran serta bekerja dengan sejumlah vendor termasuk UberEats.

Sebagian besar strateginya telah berhasil, dengan hanya segelintir perusahaan lain di Standard & Poor's 500 yang mengungguli McDonald's sejak ia menjadi CEO pada tahun 2015.

Namun seiring berjalannya waktu, perubahan Easterbrook menyebabkan beberapa pemegang waralaba merasa kesal dengan biaya yang dikeluarkan.

Kebijakan Pelecehan

Dewan direksi McDonald's hanya mengizinkan sedikit ruang kesalahan dalam cara menangani pelanggaran eksekutif Inggris. Pada bulan Mei, perusahaan harus mengubah kebijakan pelecehannya, di bawah tekanan dari karyawan, advokat tenaga kerja, dan anggota Kongres.

Dalam sepucuk surat yang menanggapi pertanyaan dari Senator AS Tammy Duckworth dari Illinois, Easterbrook mengatakan bahwa perusahaan telah meningkatkan kebijakannya dan berkomitmen "untuk memastikan tempat kerja yang bebas pelecehan dan bebas bias."

Pada saat itu, Serikat Kebebasan Sipil Amerika dan Fight For $15 yang didukung oleh serikat baru saja mengumumkan beberapa tuntutan hukum dan 20 keluhan kepada Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja AS. Mereka menuduh perusahaan gagal mencegah pelanggaran termasuk pelecehan fisik dan verbal dari atasan serta penindakan karena adanya karyawan yang angkat bicara.

Kempczinski akan melanjutkan usaha pengembangan lini pengiriman dan pemesanan online yang digagas Easterbrook. Dia bergabung dengan McDonald's pada tahun 2015 untuk mengawasi strategi global, pengembangan bisnis, dan inovasi. Sebelumnya, ia menjabat menjabat sebagai presiden bisnis wilayah AS.

Joe Erlinger, yang bergabung dengan perusahaan pada tahun 2002, akan menjadi presiden bisnis AS.

McDonald's memiliki lebih dari 38.000 gerai waralaba di 100 negara, termasuk 14.000 di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis mcdonald
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top